(Taiwan, ROC) - Taiwan berada pada kawasan rawan gempa. Selain itu, Taiwan setiap tahunnya rata-rata menghadapi terpaan badai topan sebanyak 3 hingga 4 kali. Pemerintah juga harus segara mengantisipasi semua bencana yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat, termasuk program pencegahan bencana, evakuasi dan penggunaan tanah di setiap wilayah. Laboratorium Riset terapan Nasional atau NARlabs pada hari Selasa, tanggal 28 Oktober mengumumkan program pembangunan Database bidang riset pertanaan yang berjumlah multi trilyun. Database tersebut nantinya akan dijembatani penggunaannya kepada pusat penanggulangan bencana, kantor urusan sumberdaya air, agar pemerintah bisa menggunakan database tersebut untuk dijadikan bahan acuan dan pengecekan silang, sebelum mengambil keputusan yang terbaik untuk masyarakat luas.
Pembangunan database yang berjumlah multi trilyun yang dilakukan oleh NARlabs meliputi foto lapisan tanah di Taiwan yang diambil oleh satelit Formosat 2, penelitian akan lapisan ionosfer bumi, kelembaban bumi, suhu air laut, arus ombak, polusi udara, struktur tanah dan lain sebagainya. Database tersebut juga terdiri lebih dari 120 ribu data yang berhubungan dengan gempa bumi dan angkasa luar. Selain itu juga terdapat lebih dari 200 ribu data tentang badai topan, pencegahan terjangan ombak pantai. Database juga menyimpan lebih dari 10 juta data tentang situasi dan kondisi perubahan laut. Semua data yang ada berbentuk gambar dan digital, setelah lolos uji, akan terbuka untuk umum terutama para pakar ahli yang membutuhkannya untuk melakukan riset penelitian mereka.
NARlabs menyebutkan bahwa Taiwan sering mengalami gempa bumi dan badai topan. Walaupun data-data tersebut juga dimiliki oleh instansi terkait, misalnya pusat penanggulangan bencana, kantor urusan sumberdaya air, namun database yang dibangun tersebut dapat menyimpan data selama kurun waktu 10 tahun terakhir, sehingga saat pemerintah ingin mengambil kebijakan, maka dapat menggunakannya sebagai bahan rujukan yang lebih tepat.