(Taiwan, ROC) – Pasca bencana nuklir 2011 Jepang, untuk kedepannya Taiwan akan meningkatkan pengawasan terhadap 8 jenis makanan dengan mendeteksi radiasi nuklir di perbatasan, yang mencakup sayuran dan buahan segar, sayuran dan buahan beku, produk lautan segar, produk lautan beku, produk susu, produk bayi, air mineral atau minuman dan produk rumput laut. Disaat yang bersamaan melarang produk makanan yang dihasilkan dari wilayah Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma dan Chiba.
Namun, sebelumnya organisasi masyarakat lingkungan sudah berulang kali menyampaikan protes bahwa pengawasan pemerintah terhadap produk makanan impor dari Jepang sangat longgar yang mana tidak dapat menjamin kesehatan nasional. Direktur Jenderal Pelaksana FDA Chiang Yu-mei (姜郁美) hari ini saat ditanya di gedung Yuen Legislatif menyampaikan bahwa tanggal 28 yang lalu telah menambahkan 4 jenis produk makanan, termasuk produk teh, permen, kue kering dan ramuan sereal harus melampirkan tes deteksi radiasi nuklir dan surat resmi dari pemerintah.
Ia menyampaikan : Kami tanggal 28 Okotober telah menyampaikan peringatan awal, untuk produk makanan impor dari Jepang harus melampirkan sertifikat asal, untuk beberapa produk kami juga telah meminta laporan deteksi radiasi nuklir, peringatan ini terhitung 60 hari dan mengumpulkan pendapat dari publik.
FDA juga menyampaikan, dalam waktu 60 hari ini akan mengumpulkan pendapat publik, apabila tidak ada perbedaan pendapat, maka setelah masa peringatan ini berakahir maka akan berlaku sehingga kebijakan ini paling cepat akan berlaku tahun depan.