(Taiwan, ROC) – Dalam sebuah laporan bertajuk “Doing Business 2015” yang dilansir oleh Bank Dunia tanggal 28 Oktober menyampaikan apresiasi 3 jerih payah reformasi regulasi bisnis Taiwan, secara keseluruhannya dibandingkan tahun lalu mengalami kemajuan namun berdasarkan rangking turun 1 peringkat yaitu di urutan ke-19.
Dalam laporan lingkungan bisnis 2015 secara khusus ditegaskan “efisiensi dan pentingnya mutu regulasi moneter”. Disebutkan juga dalam laporan tersebut, 1 dari dari 10 indikator yaitu “penyediaan listrik, informasi kepercayaan dan pembayaran pajak” jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 77,6 point tahun ini naik 1,1 point yaitu 78,7 point.
Untuk tahun ke-9, Singapura dinilai menjadi negara yang paling nyaman bisnis. Hongkong walau tetap di urutan ke-3, perlu diperhatikan juga bahwa kali ini Hongkong menaikan biaya registrasi perusahaan sehingga tingkat kesulitan berwirausaha semakin sulit.
Daratan Tiongkok yang mulai mendirikan Zona Perdagangan Bebas Shanghai serta reformasi yang dilakukan naik 3 peringkat sehingga berada di urutan ke-90.
Wakil Presiden Bank Dunia Kaushik Basu menyampaikan, ada banyak aspek untuk menentukan berhasil atau tidaknya sebuah kekuatan ekonomi, namun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan reformasi berkaitan dengan apakah dapat memberikan kemudahaan pengusaha untuk berinvestasi secara berkesinambungan, pelonggaran dan reformasi regulasi untuk menciptakan lingkungan investasi yang baik dimana dapat menekan biaya operasional menjadi penting.
10 terbaik dari penilaian Bank Dunia adalah, Singapura, Selandia Baru, Hongkong, Denmark, Korea Selatan, Norwegia, Amerika Serikat, Inggris, Finlandia dan Australia.