Republik Tiongkok dan Amerika Serikat memiliki ruang untuk bekerja sama dalam mempromosikan kebijaksanaan Washington menyeimbangkan kembali Asia. Dalam proses ini, Taiwan akan meneruskan perannya sebagai pencipta perdamaian dan mengelak berubahnya daerah ini menjadi gudang amunisi.
Demikian ditegaskan Presiden Ma Ying-jeou ketika menemui rombongan “Program Pemimpin Keamanan Nasional Generasi Berikutnya” dari Pusat untuk Keamanan Amerika Baru (Center for a New American Security, CNAS) di Kantor Kepresidenan pada hari Senin (27/10).
Ma mengemukakan, keamanan nasional sangat penting bagi kelangsungan hidup dan perkembangan suatu negara, dan Republik Tiongkok terlebih-lebih harus mencurahkan banyak energi dan sumber untuk melindungi keamanan nasional, maka dia telah menetapkan tiga arah pertahanan nasional yang pragmatis, yaitu sistematisasi perdamaian antar Selat Taiwan, sumbangan Taiwan pada masyarakat internasional dan peningkatan daya pertahanan nasional.
Berbicara tentang perkembangan keamanan regional untuk daerah Asia, termasuk Selat Taiwan, perairan Laut Timur dan Laut Selatan, Presiden mengungkapkan, ada banyak ruang bagi kerja sama antara Taiwan dan Amerika Serikat.
Presiden Ma mengatakan, “Kami akan terus berperan sebagai pencipta perdamaian dalam wilayah ini, karena perkembangan situasi Asia Timur melibatkan Daratan Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara ASEAN yang sekarang adalah pemimpin pertumbuhan ekonomi global. Kalau tidak ditangani dengan baik, daerah Asia mungkin berubah menjadi suatu gudang amunisi baru.”
Kepala negara juga menyenggol perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Taiwan dan Amerika, dan berharap suatu perjanjian kerja sama investasi bilateral bisa secepatnya ditandatangani dibawah Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi (TIFA).