(Taiwan-ROC) Taiwan dan Uni Eropa mengadakan tukar pendapat mengenai pengembangan 5G, yang mana kedua belah pihak menyetujui pembentukan aliansi transnasional bekerja sama saling membantu dalam perencanaan, penelitian dan pengembangan teknologi 5G, memberikan kemenangan pada masing-masing pihak.
Sejumlah hampir 30 orang delegasi yang merupakan para pemimpin dari perindustrian, pemerintah dan akademis yang terdiri dari Institut Penelitian Teknologi Industri, Lembaga Informasi Industri, Institut Riset Nasional, Chunghua Telkom, MediaTek, Universitas Nasional Taiwan, Universitas Tsing Hua, Universitas Chiao Tung dan lainnya pada tanggal 24 mengadakan seminar bersama dengan departemen terkait Uni Eropa dimana kedua belah pihak melakukan pertukaran pendapat bagi pengembangan 5G
Kedua belah pihak mengadakan pertukaran di berbagai substansi dalam bidang teknis terkait, penempatan saat ini dan pembangunan masa depan, seperti mmWave, SDN, NFV dan lainnya yang mana dari hasil pembahasan dijadikan sebagai dasar pembentukan aliansi transnasional.
Ketua delegasi, Zong Jia-de, sekretaris eksekutif kantor Sains dan Teknologi, menyampaikan, seiring dengan perkembangan teknologi masa kini, kebutuhan dan permintaan bandwidth semakin tinggi, untuk itu meskipun 4G baru keluar belum lama ini, tetapi Uni Eropa, Daratan Tiongkok, Korea dan Taiwan sudah mulai mempertimbangkan teknologi informasi generasi berikutnya.
Zong Jia-de mengemukakan, untuk meraih pangsa pasar, harus terlebih dulu menguasai teknologi dan mengembangkan standarisasi. Taiwan memiliki keunggulan sebagai terminal teknologi dan base station kecil, sementara untuk produsen peralatan inti masih berada di tangan badan usaha milik negara Uni Eropa, untuk itu diharapkan melalui pertukaran pendapat ini dapat saling membantu dan mengisi kekurangan, agar rantai industry Taiwan dapat disambungkan dengan internasional untuk menguasai teknologi awan berikutnya.