(Taiwan-ROC) Mulai tanggal 27 Oktober 2014, quota berlibur sambil bekerja untuk kaum muda Taiwan dan Jepang ditambah menjadi 5000 orang setiap tahunnya dengan membagi 2500 orang untuk paruh tahun pertama dan sisanya untuk paruh tahun ke bawah dengan pemberian visa yang berlaku selama 1 tahun. Presiden Ma Ying-jeou menyampaikan, pertukaran kaum muda Taiwan dan Jepang semakin banyak, pemerintah akan terus meningkatkan kegiatan pertukaran; selain itu, kepala negara juga berharap Taiwan dan Jepang dapat menandatanggani perjanjian kemitraan ekonomi (EPA) untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.
Presiden Ma Ying-jeou ketika menemui delegasi “Asosiasi Persahabatan Asia Timur Jepang”di kantor kepresidenan menyampaikan, perjanjian berlibur kaum muda Taiwan dan Jepang merupakan perjanjian pertama yang ditandatangani setelah beliau diangkat menjadi presiden 6 tahun yang silam, quotanya saat ini sudah tidak mencukupi. Kepala negara menegaskan, setelah jumlah ditambah, pemerintah juga akan berupaya mengatasi masalah kesenjangan jumlah pertukaran, Pres Ma mengemukakan, mulai tanggal 27 Oktober jumlah akan ditambah menjadi 5000 orang, jumlah warga Jepang yang ke Taiwan tidak sebanyak jumlah warga Taiwan yang ke Jepang, akan diupayakan perbaikannya.
Selain pertukaran pemuda, presiden Ma Ying-jeou juga berharap Taiwan – Jepang dapat terus meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral, targetnya adalah penandatangan Perjanjian Kemitraan Ekonomi (EPA) atau perjanjian penghindaran pajak ganda.