(Taiwan-ROC) Presiden Ma Ying-jeou hari ini (24/10) diundang hadir dalam forum “Menciptakan Daya Saing Taiwan” yang diadakan oleh Commonwealth Publishing Group Co. Ltd. untuk melakukan perbincangan dengan prof Universitas Harvard, Michael E Porter. Terhadap pertanyaan tugas apa yang harus diselesaikan sebelum habis masa jabatannya sebagai presiden yang berakhir tahun 2016 mendatang, presiden Ma merespon, yang pertama adalah penyelesaian negosiasi perjanjian perdagangan barang antar selat Taiwan dan secepatnya dapat meloloskan perjanjian perdagangan jasa antar selat Taiwan; selanjutnya adalah kedua yayasan antar selat dapat segera menandatangani perjanjian saling pembentukan lembaga agar dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat di kedua belah pihak.
Kepala negara menegaskan, pandangan secara globar 6 tahun silam saat beliau diangkat menjadi presiden adalah masa depan jangka panjang lintas selat Taiwan, sekarang tidak dapat mengambil keputusan, tetapi sebelum dapat mencapai “masa depan”, kita harus mempunyai struktur yang besar dan dapat bertahan lama agar pertukaran antar selat dapat terus berjalan lancar. Pres Ma mengunakan pelajar Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan sebagai contohnya, kedua belah pihak antar selat Taiwan harus lebih memahami dengan demikian baru dapat menciptakan perdamaian dan kemakmuran.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : Semua yang kami lakukan saat ini semua sebagai dasar untuk menyelesaikan masalah di masa mendatang, masyarakat Tionghoa pasti memiliki kebijaksanaan untuk menyelesaikan masalah antar selat Taiwan, tetapi masih memerlukan waktu, terburu-buru tidak memberikan hasil, jadi jangan terburu-buru.
Presiden menekankan, hubungan antar selat hanya boleh maju, tidak boleh mundur, beliau beranggapan, yang paling penting selama 6 tahun ini adalah menemukan jalan untuk membina hubungan antar selat Taiwan, tapi kami memiliki keberanian untuk terus melangkah
Sementara mengenai kesulitan dalam pengembangan ekonomi Taiwan, pemimpin negara menyampaikan, masalah yang paling besar terhadap pihak luar adalah Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatic dengan negara-negara utama perdagangan, sehingga mengalami kesulitan untuk membahas perjanjian kerjasama ekonomi bilateral, dalam hal ini Taiwan tertinggal jauh dari Korea Selatan.
Saat ditanyakan mengenai masalah internal, Presiden mengemukakan, ada sebagian masyarakat menentang Daratan Tiongkok dan tidak menerima perdagangan bebas, semua ini mempengaruhi perkembangan ekonomi, untuk itu pres Ma beranggapan, Taiwan perlu untuk segera merombak struktur produksi dalam negeri, melalui transformasi dan peningkatan industri menjadi perekonomian berbasis inovatif; Pres Ma lebih lanjut mengemukakan, apabila masalah dalam dan luar negeri dapat diselesaikan, Taiwan memimiki kemampuan yang cukup kompetitif.