(Taiwan, ROC) – Departemen Administrasi Keamanan Laut atau CGA pada hari Kamis tanggal 23 Oktober saat memberikan laporan yang bertajuk Penanggulangan Penangkapan Ikan Ilegal oleh Kapal Ikan Daratan Tiongkok dalam rapat Yuan Eksekutif, mengemukakan bahwa kapal nelayan berbenderakan Daratan Tiongkok yang melakukan penangkapan ikan secara illegal di kawasan perairan sekitar Kinmen dan Matzu telah melampaui atas yang dapat ditoleransi. Hal tersebut selain telah menyebabkan terganggunya keamanan perairan di sekitar Taiwan, kapal ikan tersebut menggunakan jala beroda untuk menangkap ikan, sehingga telah merusak habitat dan ekosistim yang ada. Pihak CGA sendiri juga telah menaikkan denda terhadap para pelanggar tersebut, namun hal ini telah memperparah kondisi serta sikap dari para nelayan Daratan Tiongkok, selain itu juga dengan sengaja mengabaikan peringatan yang ada, bahkan menabrak kapal patrol instansi terkait.
PM Jiang Yu-hwa menjelaskan dalam beberapa waktu terakhir ini, telah terdapat sebanyak 100 buah kapal nelayan milik Daratan Tiongkok yang telah melakukan penangkapan ikan secara illegal di perairan sekitar Taiwan. Hal ini telah merugikan pihak nelayan Taiwan. Pihak patroli CGA sendiri saat melakukan razia juga sempat diganggu dan dipermainkan oleh nelayan asal Daratan Tiongkok.
Jiang Yu-hwa mengatakan bahwa Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC bersama dengan Dewan Pertanian atau COA akan memasukkan hal tersebut ke dalam agenda pembahasan antar selat. Dan sebelum rapat musyawarah digelar, pihak MAC tetap akan meminta instansi terkait di Daratan Tiongkok untuk dapat memperhatikan hal tersebut.
Juru Bicara Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun mengatakan, “Penandatanganan kesepakatan perikanan berfungsi untuk menstabilkan industri perikanan antar selat. Kami berharap pihak Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC bersama dengan Dewan Pertanian atau COA dapat memasukkan hal tersebut ke dalam agenda pembahasan antar selat. Dan sebelum rapat musyawarah digelar, pihak MAC tetap meminta instansi terkait di Daratan Tiongkok untuk dapat memperhatikan hal tersebut, guna menghindari terjadinya pertikaian.”
PM Jiang menjelaskan bahwa sejak kesepakatan dalam bidang industri perikanan antara Taiwan dan Jepang ditandatangani, secara langsung telah turut memberikan bantuan dalam menjaga hak ijin untuk menangkap ikan, termasuk wilayah penangkapan yang terkait. Jiang berharap, dengan adanya contoh sebelumnya, maka kedua belah pihak dapat segera menyelesaikan penandatanganan kesepakatan.