History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma Ying-jeou: Konsensus 92 Adalah Kesepakatan Mayoritas Masyarakat Taiwan

  • 23 October, 2014
  • Editor
Presiden Ma Ying-jeou: Konsensus 92 Adalah Kesepakatan Mayoritas Masyarakat Taiwan
Presiden Ma Ying-jeou: Konsensus 92 Adalah Kesepakatan Mayoritas Masyarakat Taiwan

(Taiwan, ROC) – Dewan Program Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat atau NCAFP merupakan badan pakar penting negara Amerika, yang juga terus memberikan perhatian dalam hal hubungan antara Amerika, Daratan Tiongkok dan Taiwan. Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 23 Oktober saat menerima kunjungan dari rombongan NCAFP, kembali menegaskan tentang kesepakatan Konsensus 92, dimana masing-masing pihak memiliki hak untuk menyebut dirinya. Hal tersebut juga telah membuktikan bahwa kesepakatan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan merupakan kesepakatan dari mayoritas masyarakat Taiwan.

Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Saya secara sengaja menyebutkan tentang kemungkinan pembangunan antar selat, dimana kedua belah pihak dapat kembali kepada kesepakatan konsensus 92, jika tidak, maka tidak akan mungkin dapat tercapai. Dalam kurun waktu 6 tahun terakhir ini, juga membuktikan bahwa pandangan saya benar adanya, dan tentu dapat dipertanggungjawabkan. Konsensus 92, dimana masing-masing pihak memiliki hak untuk menyebut dirinya. Hal ini bukan hanya menjadi sebuah bahan rujukan dalam pelaksanaan administratif semata, tetapi juga merupakan kesepakatan dari mayoritas masyarakat Taiwan.”

Presiden Ma mengatakan bahwa sejak dirinya duduk di kursi pemerintahan, terus berusaha untuk memperbaiki hubungan antar selat. Dalam asas Konsensus 92, Taiwan dan Daratan Tiongkok telah menandatangani 21 buah kesekapakatan, dan terus berusaha untuk mendorong kesepakatan hubungan kerjasama dalam bidang jasa dan perdagangan, kesepakatan ekspor impor, kesepakatan asuransi, perbaikan penanggulangan permasalahan, dan pada tahun ini juga telah dilangsungkan pertemuan Wang dan Chang sebanyak dua kali, dimana hal ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan bermakna besar.

Presiden Ma juga mengemukakan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai Presiden, juga terus berusaha membangun kepercayaan dalam hubungan dengan Amerika, dimana hal tersebut juga telah membuahkan hasil yang baik. Termasuk di antaranya kunjungan dari Menteri Lingkungan Amerika ke Taiwan, Gina McCarthy, yang merupakan pejabat tertinggi yang pernah berkunjung ke Taiwan dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Selain itu Taiwan dan Amerika juga kembali melanjutkan rapat musyawarah berkenaan dengan landasan investasi dan perdagangan kedua belah pihak atau TIFA. Kedua belah pihak juga telah menggerakkan kesepakatan konseling bidang investasi antar pihak atau BIA, dimana hal ini menjadi sebuah target tujuan penting saat ini.

Berkenaan dengan masalah penyebaran Virus Ebola, Presiden Ma Ying-jeou menjelaskan bahwa pemerintah selain telah memberikan sumbangan 100 ribu buah perlengkapan perlindungan perorangan kepada negara yang membutuhkannya, juga turut memberikan sumbangan sebesar US$ 1 juta, dengan harapan dapat membantu negara-negara yang mengalami bencana.

Komentar

Terbarumore