Taiwan (ROC) - Berdasarkan Peraturan Pencegahan Bahaya Rokok, dana untuk kesejahteraan kesehatan perlu dikaji ulang 2 tahun sekali dengan mengundang pakar. Di tahun 2009 yang lalu setelah dana sumbangan untuk kesehatan dari setiap penjualan rokok dinaikan menjadi NT$ 20 sampai saat ini belum pernah dinaikan lagi. Direktorat Promosi Kesehatan (HPA) beberapa saat yang lalu telah menaikan dana sumbangan menjadi NT$ 25 dan telah diajukan ke Yuan Legislatif.
Namun ada pakar yang memiliki pandangan yang berbeda, dengan menaikan dana tersebut apakah mampu menekan angka perokok? Mereka menilai HPA harus mempunyai data yang kuat, karena bila tidak ada maka imbasnya kepada kalangan mampu keatas akan nihil, sampai akhirnya malah jadi beban kepada kaum buruh.
Direktur Jenderal HPA Chiou Shu-ti (淑媞) hari ini (26) menyampaikan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHA) dan menegaskan, strategi menaikan harga adalah yang paling efektif dan efisien untuk menekan angka perokok, berdasarkan prediksi terkini, bila dinaikan lagi NT$ 25 dapat mengurangi angka perokok sebanyak 740 ribu orang, setara dengan 20,8%.
Ia juga menambahkan : Angka perokok paling tinggi adalah kaum lemah buruh, tapi bantuan terbesar menikmati dari kenaikan harga rokok adalah kaum lemah buruh dan anggota keluarga mereka bebas dari rokok pasif. Jadi cara ini dipuji oleh dunia, kita mengatakan ini adalah kebaikan yang kejam, ini demi kebaikan rakyat, tapi caranya belum tentu disambut baik oleh setiap orang.
Harga rokok bebas pajak Taiwan termasuk rendah, tuturnya, ini adalah penghinaan nasional, terhadap sesuatu yang berbahaya malah dapat dinikmati oleh rakyat dengan harga murah “Apakah ini namanya kenikmatan?Ataukah ejekan bagi kaum lemah?”. Ia menegaskan, ini adalah kebijakan untuk melindungi kaum lemah sehingga diharapkan publik jangan menghalanginya.