Presiden Ma Ying-jeou mengemukakan, ekonomi Taiwan tahun ini perlahan-lahan membaik, tapi pemerintah masih perlu berusaha untuk menghapuskan berbagai rintangan perdagangan.
Ma menegaskan, untuk selanjutnya mengembangkan ekonomi dan mempertahankan lingkungan persaingan yang adil, ada perlunya bagi Taiwan untuk meninjau kembali struktur perindustrian, menghapuskan rintangan perdagangan, serta mengintegrasi berbagai sumber dalam dan luar negeri.
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut ketika menghadiri dan menyampaikan kata sambutan dalam upacara pembukaan sidang tahunan Komisi Urusan Komunitas Perantau (OCAC) di Taipei, Senin (20/10).
Ma juga mengutarakan, hubungan antar Selat Taiwan telah maju cukup banyak sejak dia memegang jabatan Presiden, pada khususnya setelah ditandatanganinya Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi (ECFA) dengan Daratan Tiongkok, persetujuan serupa juga telah diteken antara Taiwan dan beberapa negara lain.
Tapi, lanjutnya, suara berlainan selalu muncul di Taiwan tatkala menghadapi masalah yang berhubungan dengan Daratan Tiongkok, maka menyerukan berbagai kalangan untuk mengintegrasi opini dan mengadopsi pendirian bersatu dalam menangani isu antar Selat Taiwan, dan secepatnya melancarkan disetujuinya sejumlah undang-undang bersangkutan di Yuan Legislatif.
Presiden Ma mengatakan, “Kami bersedia menukar opini dengan berbagai kalangan berdasarkan sikap terbuka, namun dalam proses ini kami harap setiap pihak bisa mengadopsi sikap rasional dan damai. Hanya ada satu Taiwan. Menghadapi tantangan internasional, andaikata berbagai kalangan domestik tidak mengesampingkan perbedaan pendapat dan mengadopsi pendirian bersatu, Taiwan akan ketinggalan dalam daya saing internasional.”
Presiden juga berharap bisa membangun lingkungan yang damai dan adil di Taiwan, agar setiap pengusaha bisa memiliki syarat paling menguntungkan untuk mengembangkan bisnis.