(Taiwan, ROC) Perusahaan ternama di Taiwan, Namchow (南僑) digelimuti awan masalah minyak bermasalah, setelah melalui klarifikasi kemarin, perusahaan itu menyerahkan dokumen resmi yang dikeluarkan dari Australia dan Filipina, penanggung jawab Chen Fei-lung (陳飛龍) saat menerima wawancara menyampaikan bahwa kerugian yang telah merusak nama baik yang sudah berumur 60 tahun ini sehingga tidak menutup kemungkinan bersama dengan perusahaan hilir akan mengajukan tuntutan ganti rugi kepada pemerintah.
Pejabat sementara Direktur Jenderal Badan Pengawasan Pangan dan Obat-Obatan Jiang Yu-mei pagi tadi(16) menuturkan, instansi kesehatan saat mengunjungi pabrik makanan Namchow menemukan 30 set minyak mentah yang tidak melewati pemeriksaan laboratorium, bahkan di beberapa dokumen tertera dengan jelas “minyak industri”. Ia menegaskan, kesalahan dokumen adalah kenyataan.
Saat pemeriksaan minyak goreng perusahaan Cheng I yang lalu, karena masih dalam proses pemeriksaan maka hanya meminta perusahaan itu untuk tidak mengirim pesanan dan 13 hari setelahnya baru diumumkan, namun cara ini dianggap “ditutup-tutupi”. Dirjen Jiang menyampaikan, guna mengimplementasikan, penarikan untuk pencegahan maka semua produk yang dicurigai bermasalah akan diumumkan sesuai sesuai dengan tahap pemeriksaan.
Jiang Yu-mei mengatakan : Kami hanya mengingatkan saja, memberitahukan kepada masyarakat informasi yang tepat. Hasilnya akan diumumkan sesuai dengan tahap pemeriksaan, masalah sampai dimana maka laporan ke masyarakat juga akan sampai disitu.
Ia menambahkan, guna menjaga kesehatan masyarakat maka semua pangan dan bahan bakunya harus mengajukan permohonan pemeriksaan laboratorium, apapun alasannya, Namchow telah menghindari proses ini, merujuk kepada Peraturan Keamanan Pangan dan Sanitasi, setiap set akan dikenanakan denda 30~300 ribu dolar Taiwan, 30 set yang tidak dilaporkan ini akan dikenakan denda 9 juta hingga 90 juta dolar Taiwan. Ia menegaskan, Biro Kesehatan setempat akan mengeluarkan surat tilang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.