(Taiwan, ROC) Kementerian kesehatan dan instansi pengawas terkait melanjutkan proses pemeriksaan kasus minyak bermasalah, instansi Administrasi Makanan dan Obat-obatan(FDA) pada pagi hari ini mengumumkan nama-nama perusahaan yang melanggar dan dikenakan sanksi untuk gelombang pertama. Beberapa perusahaan yang tidak bertanggungjawab memproduksi produk makanan yang mengandung racun atau zat yang membahayakan kesehatan manusia, melakukan pemalsuan, akan dijatuhi denda paling berat sebesar 50 juta dolar Taiwan dan pabrik harus ditutup.
Bahkan menjadi supplier minyak pakan ternak untuk industri hulu, diantaranya perusahaan minyak Jiu Feng dan Yung Cheng, dianggap telah melakukan pemalsuan maka dikenakan denda sebesar 30 juta dolar Taiwan, diperintahkan menghentikan produksi selama 6 bulan.
Jiang Yu-mei selaku pengganti kepala administrasi makanan dan obat-obatan (FDA) mengatakan: “dinas kesehatan di kota Kaoshiung pada tanggal 13 Oktober telah mengeluarkan surat pemberitahuan denda pertama, denda yang dikenakan senilai 50 juta dolar Taiwan, di samping itu, pemerintah kabupaten Chiayi juga mengeluarkan surat denda kepada perushaan Jiu Feng dan Yung Cheng masing-masing dikenakan denda sebesar 30 juta dolar Taiwan.”
Terbongkarnya serangkaian kasus minyak bermasalah dari perusahaan Ting Hsin, pemilik perusahaan ini, Wei Ying-chuan(魏應充) pada tanggal 11 Oktober membuka konferensi pers mengatakan, perusahaan Ting Hsin, Cheng I kedua pabrik yang memproduksi minyak segera ditutup, namun berdasarkan data dari FDA, dari kedua pabrik minyak ini pada tahap permulaan telah dihentikan oleh instansi kesehatan pemerintah Taiwan.
Selain memberikan sanksi berat bagi perusahaan, FDA juga akan memperketat pemeriksaan. Jiang Yu-mei mengatakan, sementara ini telah menghentikan impor minyak babi dan sapi asal Hongkong dan Vietnam, semua produk minyak dari luar negeri harus melalui 100% pemeriksaan laboratorium.