Presiden Ma Ying-jeou akan memimpin suatu rapat keamanan nasional pada Senin (13/10) petang, untuk membicarakan isu keamanan makanan yang belakangan ini menjadi topik kontroversial karena terjadinya serangkaian skandal minyak makan bermasalah.
Dalam rapat tersebut, Kabinet diperkirakan akan menyampaikan laporan atas upaya menginvestigasi semua perusahaan makanan yang terlibat dalam skandal dan mengusut pengaliran minyak makan yang didaur-ulang.
Kantor Kepresidenan mengemukakan, masalah minyak makan bermasalah selain telah menimbulkan kepanikan domestik terhadap keamanan makanan, juga telah merusak citra negara.
Menurut ketrangan pers dari Kantor Kepresidenan, dibukanya rapat keamanan nasional oleh Presiden bertujuan mengintegrasikan berbagai sumber Yuan Eksekutif, mengkoordinasikan kerja sama antar lembaga eksekutif dan menguatkan efisiensi pemerintah agar ketenangan dan kestabilan sosial dalam konsumsi makanan bisa dipulihkan.
Rapat ini digelar dua hari setelah Perdana Menteri Jiang Yi-huah menegaskan kembali tekad pemerintah untuk memberantas pemanufaktur makanan tak bermoral.
Komentar ini diungkapkan ditengah-tengah muncul kembalinya kekhawatiran rakyat atas keamanan makanan, yang pada hakekatnya timbul setelah minyak makan produksi Perusahaan Ting Hsin ditemukan memakai minyak daur-ulang bermasalah sebagai bahan produksi utama.