Presiden terpilih Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mengungkapkan dukungan bagi suatu proyek kerja sama antara Taiwan dan Indonesia untuk mengembangkan Pulau Morotai, salah satu pulau paling utara Indonesia, melalui didirikannya suatu zone ekonomi istimewa.
Jokowi mengemukakan dukungannya dalam suatu briefing atas proyek tersebut yang disampaikan oleh Setyono Djuandi Darmono selaku Presiden Direktur PT Jababeka, demikian disampaikan Darmono kepada kantor berita Taiwan CNA pada hari Minggu (12/10).
Darmono mengatakan, Jokowi menyetujui gagasan mengembangkan Morotai sebagai suatu pusat yang menggabungkan Indonesia timur dengan dunia, yang sebenarnya sudah diluluskan oleh Komite Zone Ekonomi Istimewa dibawah pemerintah Indonesia dan disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 Juli lalu.
Dengan adanya dukungan Jokowi, lanjut Darmono, Jababeka akan membentuk suatu kelompok bisnis yang anggotanya akan mencakup pengusaha Taiwan dan Indonesia untuk sama-sama mengembangkan Pulau Morotai.
Deputi Menko Bidang Industri dan Perdagangan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady melukiskan Morotai sebagai lokasi yang berpotensi dikembangkan sebagai “Taiwan mini” yang akan menikmati kemajuan ekonomi pesat melalui kerja sama antara Taiwan dan Indonesia.
Pulau Morotai terletak di Kepulauan Halmahera, Maluku, Indonesia, dan berjarak sekitar 2.600 kilometer dari Taiwan. Dengan luas 2.400 kilometer per segi, Morotai yang memiliki populasi sekitar 50.000 jiwa sangat kaya akan sumber pertanian dan perikanan, dan berpotensi dikembangkan sebagai situs pariwisata ekologi berkat konservasi batu karangnya.