Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) tanggal 10 waktu setempat mengemukakan, wabah virus ebola semakin memburuk, hingga saat ini setidaknya ada 8.399 kasus dengan merengut nyawa 4.033 orang, yang mana sekitar 5% diantaranya adalah perawat medis
Sejak ditemukannya kasus virus ebola di Amerika Serikat dan Spanyol, penyebaran epidemik virus ebola menjadi semakin diperhatikan dunia, khawatir virus ini akan menyebar luas.
Berdasarkan data statistik WHO, hingga tanggal 8 Oktober, Guinea, Liberia, Nigeria, Senegal, Sierra Leone, Spanyol dan Amerika Serikat, dari ke 7 negara yang sudah ditemukan adanya virus ebola, jumlah pasien yang terjangkit sudah mencapai 8.399 orang dan 4.033 orang tewas.
Selain itu, penyebaran epidemi ebola di Kongo berbeda dengan strain di negara Afrika Barat, hingga tanggal 7 kemarin, dikonfirmasikan kasus ebola Kongo mencapai 71 kasus, termasuk 43 korban yang tewas.
Yang menimbulkan kekhawatiran WHO adalah semakin banyaknya perawat medis yang menjadi korban. Berdasarkan statistik, termasuk perawat Spanyol yang merupakan kasus pertama di luar benua Afrika yang terserang virus ebola, tercatat sudah ada 416 perawat dan sukarelawan medis yang dicurigai tertular virus ebola, dengan perbandingan sekitar 0,5%, dan telah menyebabkan 233 orang meninggal.
Meskipun demikian, ada kabar baik, wabah epidemik ebola di 2 negara yaitu Nigeria dan Senegal, telah berhasil dikendalikan. Kedua negara yang sempat terserang wabah ini telah melewati masa inkubasi 21 hari, bahkan sudah selama 32 hari dan 35 hari berturut-turut tidak ditemukan kasus ebola baru.