(Taiwan – ROC) Media melaporkan, diduga adanya kasus terjangkit virus ebola di Taiwan, tapi untungnya laporan ini tidak benar. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) hari ini tanggal 10 Oktober pagi mengkonfirmasikan, bahwa rumah sakit Taoyuan dipastikan memberikan laporan adanya 1 orang berkewarganegaraan Nigeria yang diduga terjangkit virus ebola; tetapi setelah CDC melakukan pemeriksaan lebih lanjut dari specimen penyakit melalui uji biologis molekul, dan hasilnya diperoleh dini hari ini (10/10) adalah “negative”, yang berarti dapat menghilangkan dugaan terjangkit virus ebola; si pasien juga sudah tidak dikarantina.
Pusat Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, tanggal 10 Oktober menyampaikan, seorang perempuan berusia 45 tahun berkewarganegaraan Nigeria beberapa hari lalu setelah tiba di Taiwan, masuk ke rumah sakit karena demam dan nyeri sendi ; pihak dokter mencurigai pasien terkena virus ebola dan segera mengkarantina serta melaporkan ke instansi kesehatan. Pada tanggal 9 Oktober sore pihak CDC segera mengambil specimen darah dan tengorrokan pasien untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah melalui uji biologis molekul, dan pada tanggal 10 Oktober pukul 1 dini hari telah mendapatkan hasilnya bahwa si pasien “negative” dari virus ebola. Ketua CDC, Chou Tze-hao 周志浩mengatakan : Setelah melalui pemeriksaan kemarin malam hingga pukul 1 dini hari ini, hasil pemeriksaan kami memastikan ia negative, dan dihapuskan dugaan terkena virus ebola.
Virus ebola yang merebak di wilaya barat benua Afrika, dan muncul infeksi ebola di berbagai negara. Chou Tze-hao menyampaikan, pasien ini berangkat dari kota Abuja, ibukota Nigeria untuk melakukan perjalanan bisnis di Taiwan, tanggal 2 Oktober saat tiba di Taiwan tidak terlihat tanda-tanda, hingga tanggal 8 Oktober timbul demam, sakit kepala dan nyeri sendi, tetapi tidak sakit perut dan diare, pasien ini dibawa temannya berobat ke rumah sakit.
Chou Tze-hao mengatakan, setelah ditelaah, keluarga dan lingkungan dari pasien ini tidak ada yang terkena virus ebola, pasien perempuan ini juga tidak pernah berkunjung ke rumah sakit atau melakukan kontak dengan binatang liar, saat ini pasien telah membaik, segala gejala penyakit sudah sembuh, juga sudah keluar dari karantina, selain itu, Nigeria juga sudah 42 hari terlepas dari kasus virus ebola, untuk itu kemungkinan terjangkit virus ebola sangat rendah. Tetapi pihak rumah sakit mengemukakan meskipun sudah tidak dikarantina, tetapi saat ini pasien masih belum keluar rumah sakit, pihak rumah sakit masih akan melakukan pemeriksaan malaria dan juga akan memastikan terlebih dulu situasi pasien sebelum naik pesawat.
CDC mengingatkan, pemerintah mengeluarkan peringatan larangan berwisata ke 3 negara Afrika Barat yang terjangkit virus ebola yaitu Lioberia, Sierra Leone dan Guinea, jika tidak diperlukan, jangan berwisata ke sana.