(Taiwan – ROC) Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou dalam pidato kenegaraan Hari Nasional 10 Oktober mengungkit serangkaian masalah kontroversi minyak babi yang tahun ini muncul di Taiwan, beliau mengemukakan, produk-produk bermasalah ini terh merusak reputasi negara dan meresahkan masyarakat, sama seperti warga Taiwan lainnya, beliau sama sekali tidak dapat menerima tindakan tidak bertanggung jawab dari produsen-produsen ini, dan pasti akan memberikan sanksi berat agar produk pangan seperti ini tidak ditemukan lagi.
Kasus produk pangan bermasalah berturut-turut muncul di Taiwan, presiden Ma Ying-jeou hari ini dalam pidato upacara Hari Nasional juga secara khusus membicarakan masalah kontroversi minyak babi yang belakangan ini muncul mempengaruhi seribu lebih produsen pangan Taiwan, meskipun pemerintah dengan cepat menindak perusahaan yang memproduksi minyak ini dan juga produk-produk pangan yang mengunakan minyak tersebut, tetapi hal ini telah meresahkan masyarakat dan merugikan pengusaha, ditambah dengan laporan media internasional yang tidak hanya merusak citra produk pangan Taiwan, tetapi merusak reputasi negara.
Presiden Ma sekali lagi menegaskan, beliau sama sekali tidak dapat menerima tindakan tidak bertanggung jawab seperti ini, dan telah meminta instansi pemerintah untuk melacaknya sampai tuntas agar produk pangan bermasalah ini tidak ditemukan lagi. Presiden Ma mengatakan : Sekali lagi saya tegaskan, sama seperti warga Taiwan lainnya, saya sama sekali tidak dapat menerima tindakan tidak bertanggung jawab seperti ini, juga akan meminta instansi pemerintah untuk menyelediki sampai tuntas, memberikan sanksi berat agar tidak ada lagi produk pangan bermasalah.
Kepala negara juga menegaskan, terungkapnya kasus minyak babi bermasalah ini adalah berkat seorang petani di Pingtung dan seorang polisi Taichung, karena rasa tanggung jawab yang besar dari mereka baru dapat mengungkap produsen pangan tidak bertanggung jawab tersebut, ini juga menyiratkan sinar indah dari kemanusiaan dan hati nurani Taiwan.
Pemimpin negara menyampaikan, selain hati nurani dan rasa kemanusian sebagai sikap dasar rakyat Taiwan, system konstitusional demokrasi liberal Republik Tiongkok juga terbangun atas dasar kesadaran masyarakat dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan. Pada bulan Juli dan Agustus, telah terjadi bencana pesawat udara di Phenghu dan ledakan gas Kaohsiung, membuat masyarakat nasional menyesali dan sedih atas hal ini, tidak sedikit masyarakat yang memberikan bantuan uang dan tenaga agar dapat membantu korban bencana untuk secepatnya melewati masa sulit, dari tragedi ini memperlihatkan kasih persaudaraan yang ada dalam masyarakat Taiwan, ini merupakan asset penting yang patut dihargai.