Kantor kepresidenan mengecam tindakan para pemrotes menyerbu gedung Yuan Eksekutif dengan cara keras dan ilegal, merusak properti umum, menghalangi pelaksanaan otoritas publik dan melanggar pemerintahan berbasis hukum dan demokrasi.
Aksi para pedemo menyerbu dan menduduki gedung Yuan Eksekutif adalah tindakan kekerasan yang harus dikecam, dan pemerintah tidak akan mentoleransi dilumpuhkannya administrasi akibat tindakan ilegal apa pun, demikian diungkapkan oleh juru bicara Kantor Kepresidenan Li Jia-fei pada hari Senin.
Ketika menyampaikan briefing kepada wartawan usai pertemuan darurat antara Presiden Ma Ying-jeou, Wakil Presiden Wu Den-yih dan Perdana Menteri Jiang Yi-huah di Kantor Kepresidenan, Li menegaskan, pengusiran yang dilaksanakan pada dini hari diputuskan karena pemerintah mengecam segala aksi kekerasan dan tidak akan mentoleransi segala upaya untuk melumpuhkan administrasi.
Li Jia-fei mengatakan, “Yuan Eksekutif adalah lembaga administratif nasional tertinggi yang menangani semua kebijaksanaan penting pemerintah. Kemarin malam, gedung Yuan Eksekutif diserbu oleh massa dengan cara ilegal. Mereka merusak banyak properti umum dan telah menghalangi pelaksanaan otoritas publik. Ini adalah pelanggaran semangat pemerintahan berbasis hukum dan demokrasi. Kantor Kepresidenan mengecam segala aksi kekerasan, mendukung aksi pengusiran, dan tidak akan mentoleransi aksi melumpuhkan administrasi pemerintah.”
Perihal topik yang dibicarakan dalam pertemuan darurat yang dipanggil oleh Presiden Ma Ying-jeou pagi tadi, Li mengemukakan, peratifikasian Perjanjian Perdagangan Jasa antar Selat Taiwan adalah fokus pembicaraan, dan disepakati bahwa secara pasal per pasal didiskusikannya perjanjian tersebut di Yuan Legislatif adalah cara untuk menyelesaikan perdebatan, maka Ketua Yuan Legislatif Wang Jin-pyng telah diminta untuk mengusahakan diadakannya kompromi antar fraksi legislatif partai berkuasa dan oposisi secepat mungkin.
Sementara itu, perihal rencana pelajar mengadakan aksi mogok kelas dan mogok kerja secara besar-besaran, Li Jia-fei mengutarakan, Presiden Ma Ying-jeou menyerukan setiap kalangan untuk bersikap kalem dan rasional.