(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 9 Oktober saat menerima kunjungan peserta “Kelas Perwira Tinggi Internasional Tahap 9” 2014 beserta keluarganya mengatakan, Republik Tiongkok adalah negara yang cinta damai. Sejak duduk di kursi pemerintahan, dirinya juga secara aktif turut memperbaiki hubungan antar selat, mengajukan program perdamaian untuk perairan laut wilayah Timur dan Selatan, sehingga diharapkan dapat turut menstabilkan situasi kawasan.
Presiden Ma menyebutkan bahwa sejak duduk di kursi pemerintahan di tahun 2008, secara aktif turut langsung memperbaiki hubungan antar selat, merubah situasi pertikaian yang ada di Selat Taiwan menjadi damai, menurunkan kemungkinan terjadinya peperangan. Pada paruh awal tahun ini, pejabat pemerintah dari masing-masing pihak juga saling melakukan kunjungan silahturahmi dan menggunakan nama jabatan dalam sapaan yang ada, sehingga lebih memajukan lagi hubungan yang baik antar selat.
Presiden Ma mengatakan, “Republik Tiongkok adalah negara yang cinta damai. Perbaikan hubungan antar selat dan menurunkan kemungkinan terjadinya pertikaian hanya merupakan salah satu program damai yang kami terapkan. Untuk kawasan perairan laut Timur dan Selatan, kami juga mengajukan program perdamaian, sehingga dapat mendorong terjadinya situasi yang damai dan stabil.”
Selain itu, Presiden Ma juga menyebutkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan sebanyak 7 kali ke negara-negara di kawasan Amerika Latin. Dalam kunjungan tersebut juga banyak melihat perkembangan yang terjadi di negara-negara tersebut, masyarakat setempat juga ramah dan giat bekerja, sehingga telah meninggalkan kesan yang sangat baik dalam benaknya. Selama puluhan tahun terakhir ini, Republik Tiongkok juga telah menjalin berbagai kerjasama dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin. Dirinya berharap hubungan yang baik ini dapat terus berjalan di masa yang akan datang.
“Kelas Perwira Tinggi Internasional Tahap 9” digelar oleh Kementrian Pertahanan dan Keamanan, dimulai sejak tanggal 5 hingga 25 Oktober, dengan mengundang sebanyak 20 anggota perwira tingkat tinggi dari negara-negara sahabat, antara lain Dominica, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Paraguay, el Salvador, Panama dan Peru.