Perdana Menteri Jiang Yi-huah mengingatkan, aksi mogok kerja dan mogok kelas akan mempengaruhi kegiatan ekonomi dan kestabilan sosial, maka menyerukan setiap kalangan untuk bersikap rasional dan tidak secara sembrono merespon aksi tersebut, juga berharap kelompok yang sedang mengadakan aksi protes di Yuan Legislatif untuk tidak meneruskan upaya memperserius konflik dan kekacauan.
Jiang mengungkapkan imbauan tersebut melalui suatu acara temu pers yang digelar pada hari Senin usai mengadakan pertemuan darurat di Kantor Kepresidenan bersama Presiden Ma Ying-jeou dan Wakil Perdana Menteri Wu Den-yih.
Perdana Menteri mengemukakan, setelah dibubarkan dari Yuan Eksekutif, sebagian besar massa berkumpul kembali di Yuan Legislatif dan kemudian menyerukan diadakannya aksi mogok kerja dan mogok kelas secara besar-besaran untuk meneruskan aksi protes terhadap pemerintah.
Jiang menerangkan, akar dari aksi protes yang dilaksanakan pelajar di Yuan Legislatif adalah perbedaan opini terhadap Perjanjian Perdagangan Jasa antar Selat Taiwan dan peratifikasiannya di Yuan Legislatif, tapi isu ini sama sekali tidak cukup untuk dipakai sebagai alasan bagi diadakannya mogok kerja atau mogok kelas secara nasional.
Menurut Jiang, mogok kelas akan mempengaruhi hak pelajar lain untuk menerima pendidikan, sedangkan mogok kerja akan dengan serius mempengaruhi kegiatan ekonomi serta kestabilan sosial. Dia percaya, setiap warga yang berpengetahuan pasti tidak akan secara membabi-buta mengikuti aksi protes tersebut, juga menghimbau pelajar yang masih menduduki gedung Yuan Legislatif untuk tidak meninggikan pertentangan yang bisa menimbulkan kekacauan sosial berikutnya.