(Taiwan, ROC) - Presiden Paraguay H. E. Horacio Cartes beberapa hari ini melangsungkan kunjungan kenegaraan, Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九總) Rabu ini (8) dalam acara penerimaan tamu kenegaraan menyampaikan, persahabatan kedua negara stabil, banyak kerjasama dan interaksi yang terjalin, Ma berharap program kerjasama ini dapat terus dilanjutkan guna meningkatkan kemitraan kedua negara.
Dalam pertemuan kedua kepala negara itu, Presiden Ma menyampaikan bahwa diantara 22 negara sahabat Republik Tiongkok, Parguay adalah negara yang paling luas dan paling jauh jaraknya namun walau jarak geografis yang begitu jauh sama sekali tidak mempengaruhi persahabatan kedua belah pihak, saat beliau menghadiri upacara inagurasi Cartes selalu berharap beliau dapat berkunjung ke Taiwan.
Kepala negara menuturkan, masih banyak program kerjasama kedua belah pihak yang sedang berlangsung, termasuk rencana presiden Cartes mengenai penghapusan fakir miskin, dalam waktu 6 tahun membangun 4.500 rumah penduduk, setiap komunitas tersedia air bersih, listrik dan sanitasi serta mendahulukan kalangan wanita, selain memberikan lingkungan yang lebih nyaman juga dapat meningkatkan martabat kaum wanita.
Selain itu, untuk kerjasama teknologi pertanian dan pengembangbiakan ikan kakap, bawal putih serta bunga anggrek memiliki masa depan yang cukup baik. Sedangkan untuk pengobatan serta delegasi tim medis termasuk artoplasty, untuk kedepannya akan membagikan pengalaman di bidang medikal elektronik. Kepala negara juga mengharapkan pemerintah Paraguay juga dapat membantu pengusaha Taiwan masuk dalam pasar setempat. Ma menyampaikan : Diharapkan untuk kedepannya ada kerjasama dengan negara anda di bidang infrastruktur, lalulintas, pertanian dan pangan, juga berharap negara anda bisa membantu pengusaha Taiwan agar bisa menikmati peraturan insentif investasi, sehingga semakin mudah masuk ke pasar negara anda.
Presiden Ma juga tidak lupa mengucapkan teirmakasih kepada presiden Paraguay dan duta besarnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa karena telah menyerukan agar Republik Tiongkok dapat ikut serta dalam kegiatan internasional. Beliau menyampaikan, Republik Tiongkok walau saat ini belum bisa bergabung dalam PBB, namun atas nama Hak Asasi Manusia, kepedulian kepada hak kaum ibu dan wanita serta bantuan kemanusiaan akan terus berusaha, sebagai tanggung jawab selaku warga internasional.