Presiden Ma Ying-jeou memastikan prestasi dan penampilan para atlet Taiwan dalam Pesta Olah Raga Asia 2014 di Incheon, Korea Selatan, dan Pesta Olah Raga Olimpiade Junior 2014 di Nanjing, Daratan Tiongkok, dan menegaskan bahwa pemerintah selain akan memberikan penghargaan kepada para atlet yang meraih medali dalam kedua pesta olah raga tersebut, juga akan mengutamakan pelatihan olahragawan agar bisa mencapai kesuksesan lebih besar di masa depan.
Presiden Ma mengungkapkan hal tersebut ketika menemui para pemenang medali Asian Games dan Olimpiade Junior di Kantor Kepresidenan pada hari Senin (6/10).
Melalui kata sambutannya, Ma mengemukakan, Olimpiade Junior adalah pesta olah raga yang diselenggarakan khusus untuk kalangan remaja, tapi banyak kategori yang dipertandingkan sepenuhnya sama degan Olimpiade, maka prestasi di Olimpiade Junior bisa dianggap sebagai kesuksesan pendidikan olah raga Taiwan.
Sementara itu, Ma menganggap Asian Games Incheon 2014 sebagai titik deteksi untuk Olimpiade 2016 di Rio, Brasil, dan diraihnya tujuh medali emas oleh atlet Taiwan adalah suatu prestasi yang patut dibanggakan.
Tentang pelatihan olahrawagan Taiwan, Presiden Ma mengatakan, “Sekarang sudah ada cara lebih modern, tidak hanya tergantung pada kekuatan tenaga, melainkan mengadopsi cara pelatihan yang lebih ilmiah, agar bisa membangun tim lebih bersistem dan terorganisir. Kita semua tahu, memenangkan medali emas kadang-kadang hanya menang tipis saja, mungkin hanya menang 1 hingga 2 point dalam bidang pengalaman, maka kita harus mencurahkan lebih banyak energi dalam bidang tenaga ahli dan materi.”
Kepala negara menegaskan, kekuatan fisik adalah kekuatan negara, untuk menguatkan negara kita terlebih dulu harus menguatkan badan, dan untuk mencapai tujuan ini, satu-satunya cara adalah melalui dikuatkannya pendidikan dan pelatihan olah raga secara nasional.