(Taiwan – ROC) Beberapa hari lalu ada majalah dengan judul artikel “Presiden Panama Mengunci Taiwan Beralih ke Beijing”, membeberkan dikhawatirkan adanya perubahan hubungan Republik Tiongkok (ROC) dengan Panama. Legislator Partai oposisi Partai Progresif Demokratik (DPP), Qiu Tze Wei hari ini tanggal 3 Oktober juga mengelar jumpa pers mengemukakan, duta besar ROC hingga hari ini tidak dapat secara resmi bertatap muka dengan presiden baru Panama, Juan Carlos Varela, sehingga ia meragukan hubungan hubungan bilateral ini.
Mantan duta besar ROC untuk Panama yang saat ini menjabat sebagai wakil menteri luar negeri, Khe Sen-yao menyampaikan, ibu negara Panama, Lorena Castillo akan memimpin delegasi rombongan berkunjung ke Taiwan mengikuti kegiatan hari nasional ROC, ini menunjukkan hubungan kedua negara berjalan normal dan berkembang dengan stabil.
Khe Sen-yao menyampaikan: Juan Carlos Varela meminta istrinya, Lorena Castillo untuk datang berkunjung ke negara kita, ini merupakan tindakan yang memperlihatkan hubungan bilateral berjalan normal dan stabil.
Khe Sen-yao juga mengemukkan, setelah Juan Carlos Valera menjabat sebagai presiden dengan segera mengutus duta besar barunya ke Taiwan, duta besar Panama ini sudah berada di Taiwan, pihak Taiwan dalam waktu dekat akan mengaturnya bertemu dengan menteri luar negeri untuk menyampaikan salinan surat kepercayaan, saling mengutus duta besar dari negara yang memiliki hubungan diplomatik adalah tindakan yang menunjukkan keyakinan hubungan ke dua negara.
Khe Sen-yao juga menekankan, Juan Carlos Valera beberapa kali menegaskan menjunjung perkembangan hubungan bilateral, pemerintah juga akan berdasarkan 3 prinsip dan peraturan terkait kerja sama internasional melakukan perencanaan kerja sama 5 tahun berikutnya dengan Panama, berharap jalinan hubungan kedua belah pihak tetap stabil, begitu pula dengan 12 negara Amerika Latin lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, akan tetap berupaya keras menjaga jalinan persahabatan.