(Taiwan, ROC) - Jumlah aksi protes Hongkong yang menduduki distrik Sentral semakin membludak karena berkenaan dengan hari libur nasional tanggal 1 dan 2. Perdana Menteri (PM) Chiang Yi-hwa (江宜樺) saat diwawancara di Keelung menyampaikan, pemerintah dan rakyat Republik Tiongkok mendukung Hongkong menjalankan pemilihan umum dan terus mengamati perkembangan aksi menduduki distrik sentral.
PM berharap pemerintah Hongkong dapat berkomunikasi dengan warga. Ia menyampaikan : Dalam perjalanan aksi protes yang sedang berjalan, sekarang ini dalam kondisi yang menegangkan, kami berharap pemerintah Hongkong dengan rasionalnya, prinsip damai dapat berkomunikasi dengan para pengunjuk rasa, kami percaya melihat masa lalu Hongkong yang menunjung kebebasan dan semangat supremasi hukum, pasti dapat meredakan masalah ini.
Demokrasi adalah nilai universal, lanjutnya, ia menghimbau agar dunia mendukung Hongkong mendapatkan demokrasi.
Selain itu, beberapa waktu yang lalu kepolisian Hongkong menggunakan kekerasan untuk mengusir para warga namun tidak berhasil, publik sedang mengamati apakah nantinya Daratan Tiongkok akan mengutus militer atau mengerahkan kekuatan polisi dari tempat lain.
Dalam sidang interplasi legislator partai KMt Lin Yun-fang (林郁方) menanyakan kepada Menteri Pertahanan Yen Ming (嚴明) mengenai perkembangan terkini pergerakan militer di pesisiran Daratan Tiongkok apakah ada panggilan kepada para tentara yang sedang beristirahat?
Menteri menyampaikan : Saya laporkan kepada anda kondisi terkini, baik itu Guanzhou atau pasukan Hongkong, tidak ada pengumpulan atau pergerakan apapun, tidak ada berita soal mengutus bantuan, tidak ada gerakan apapun
Namun, lanjutnya, karena 1 Agustus adalah hari nasional Daratan Tiongkok sehingga mulai tanggal 90 September malam hingga 8 Oktober akan ada operasi kesigapan tempur rutin