(Taiwan, ROC) - Institut Penelitian Ekonomi Chunghwa (CIER) Rabu ini (1) melansir laporan Indeks Pembelanjaaan Manejer (PMI) Industri Manfukatur September, walau menjunjukan pengembangan namun kecepatannya paling rendah sejak Maret tahun ini, indikatornya turun 2,1%, angka ini melambat 2 bulan berturut-turut. 5 aspek indikasi menunjukan kenaikan namun waktu pengiriman produsen dan standar jumlah persediaan bahan baku berada di titik terendah.
Satu hal yang perlu diperhatikan, diantara indikator yang ada, pengusaha terhadap “kondisi iklim ekonomi untuk paruh tahun kedepan” setelah 8 bulan berturut-turut mengembang diatas 60%, bulan ini turun 6,5% di 54,1%, ini adalah angka terbanyak setelah April 2013, ini menunjukan bahwa manajer perusahaan menjadi konservatif.
Kepala CIER Wu Chung-su (吳中書) menyampaikan : Dalam survey bulan ini menunjukan pengusaha lebih konservatif mengenai masa depan, untuk 6 bulan kedepan dibandingkan bulan lalu terlihat mereda, menurut pendapat mereka saat ini masa panen tidak seramai yang dibayangkan.
Ketika ditanya apakah masalah pangan yang terjadi di bulan September berpengaruh kepada industri makanan dalam negeri? Ia menuturkan, memang pada kenyataanya beberapa pengusaha terkena imbasnya, namun pemesanan dialihkan ke produsen lain, walau indeks di bulan September menyusut namun ia menilai perubahan musim lebih berpengaruh, untuk kedepannya masih perlu dimonitor lagi.