Anggota-anggota dari sejumlah organisasi sipil Taiwan dan kelompok pelajar Hong Kong di Taiwan berkumpul di Kantor Ekonomi, Perdagangan dan Kebudayaan Hong Kong di Taipei pada hari Minggu (28/9) malam, untuk menyuarakan dukungan bagi aksi protes pro-demokrasi yang sedang berlangsung di Hong Kong.
Dipimpin oleh Lin Fei-fan dan Chen Wei-ting, dua pemimpin mahasiswa dalam aksi protes anti Perjanjian Perdagangan Jasa antar Selat Taiwan beberapa saat lalu, para pemrotes memulai aksi duduk di depan kantor perwakilan Hong Kong sekitar pukul 23:00 malam.
Mereka melambaikan spanduk, meneriakkan slogan, mengecam pemerintah Hong Kong menindas aksi protes yang digelar di distrik Central, Hong Kong dengan cara keras, mendukung tuntutan masyarakat Hong Kong bagi diselenggarakan pemilihan umum, dan meminta pemerintah Taiwan mengajukan protes serta menghentikan semua perundingan yang sedang berlangsung antar Selat Taiwan.
Kegiatan protes di Taipei berlangsung hingga Senin (29/9) pagi ketika ketua kantor perwakilan John Leung muncul, merespon tuntutan para pemrotes dan berjanji akan menyampaikan opini Taiwan kepada pemerintah Hong Kong.
Leung mengatakan, “Saya yakin polisi Hong Kong akan menangani aksi protes ini dengan sikap profesional, tapi pasti akan ada situasi yang tidak diharapkan dalam proses penangagannya. Kami sesalkan adanya situasi ini. Terima kasih atas keprihatinan dari berbagai kalangan. Tuntutan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah Hong Kong.”
Namun komentar Leung tampaknya tidak bisa diterima oleh para pemrotes. Dia kemudian meninggalkan kantor di bawah kawalan polisi, sementara aksi protes hanya bubar sekitar pukul 10:00 setelah bentrokan terjadi beberapa kali antara para pemrotes dan polisi.
Sebelum meninggalkan lokasi, para pemrotes bersumpah, andaikata pemerintah Hong Kong secara sengaja mengabaikan opini rakyat, mereka pasti akan kembali lagi untuk meneruskan protes.