Dipengaruh bertambahkan kebutuhan domestik dan asing. Bank Pengembangan Asia (ADB) akan menaikkan perkiraaan pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk tahun ini, dari perkiraan pada bulan April sebesar 2,7% dinaikkan menjadi 3,4%.
Berdasarkan “Perbaikan Laporan Pengembangan Asia Tahun 2014” yang dikeluarkan ADB pada tanggal 25 September, perkiraan pertumbuhan untuk Taiwan mengalami perbaikan menjadi 3,4% hampir mendekati tingkat pertumbuhan Singapura yang sebesar 3,5%, dan lebih unggul dari Hongkong yang hanya sebesar 2,5%. Bersamaan dengan itu ADB juga meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan menjadi 3,7% dan Daratan Tiongkok menjadi 7,5%.
Dalam “Laporan Pengembangan Asia 2014” ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk tahun 2014 sebesar 2,7%, selain itu dipengaruhi kenaikan tariff listrik, hujan lebat, penyakit hewan ternak dan lainnya, sehingga ADB menaikkan perkiraan inflasi Taiwan, dari 1,1% menjadi 1,4%.
Dalam laporan juga menyampaikan perbaikan naik perkiraan pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk tahun 2015 sebesar 3,3%, sebelumnya perkiraan hanya 3,2%. Jika dilihat dari situasi pada paruh tahun pertama, kebanyakan ekonomi negara di Benua Asia melamban, tetapi karena permintaan pasar asing yang kuat ditambah dengan tingkat pengangguran berada di posisi paling rendah sejak tahun 2008, meningkatnya wisatawan Daratan Tiongkok, bertambah kuatnya kepercayaan konsumen dan berbagai unsur pengerak lainnya sehingga penampilan ekonomi Taiwan memperlihatkan peningkatan.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan untuk kwartal ke dua tahun ini sebesar 3,7%, menaikan tingkat rata-rata selama 6 bulan sebelumnya menjadi 3,5%. Pada bidang pariwisata dan penjualan eceran yang juga booming sehingga mengerakkan tingkat kepercayaan konsumen menjadi 2,7%, selain itu ekspor Taiwan juga berkembang 7%, jumlah pemesanan ekspor bertambah 5,4%, kebalikan dari periode yang sama tahun sebelumnya yang pertumbuhannya minus 1,7%.
Pada sisi penawaran, ADB membeberkan, dikeluarkannya produk elektronik dan teknologi komunikasi baru, sehingga memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Untuk industri pelayanan jasa dengan dukungan kuat dari pemerintah, diharapakn juga dapat meningkat.
Dalam laporan juga memperlihatkan, untuk Global Value Chains (GVC), Taiwan memainkan peranan penting, jika dilihat untuk wilayah Asia Tenggara, tahun ini dan tahun depan perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 6%