History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma : Orang Taiwan Tidak Takut Tantangan, Siap Sambut Segala Persaingan

  • 25 September, 2014
  • Editor
Presiden Ma : Orang Taiwan Tidak Takut Tantangan, Siap Sambut Segala Persaingan
Presiden Ma : Orang Taiwan Tidak Takut Tantangan, Siap Sambut Segala Persaingan

 (Taiwan, ROC) – Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk menggalakan perdagangan bebas, melalui melonggarkan peraturan, membuka semakin banyak pasar. Menghadapi kekhawatiran publik, hari ini (25) Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou menyampaikan, saat pertama kali makanan cepat saji McDonald masuk ke pasar Taiwan selain tidak menumbangkan cemilan Taiwan, bahkan berhasil mengembangkan cemilan Taiwan yang lebih berpengaruh. Beliau menegaskan, orang Taiwan tidak takut tantangan dan menyambut persaingan, karena hasil dari persaingan adalah membuat Taiwan semakin kuat, ini adalah tradisi Taiwan yang sudah ratusan tahun, seharusnya dapat terus dikembangkan.

Saat menerima kunjungan delegasi dari “Komite anggota industri waralaba” Daratan Tiongkok di kantor presiden Kamis ini, kepala negara menuturkan, industri layanan jasa menempati 70% PDB Taiwan dan telah menyediakan lapangan kerja yang banyak namun ekpor industri ini masih tidak sebanding dengan Korea Selatan, Hongkong dan Singapura, sehingga Taiwan masih harus terus mengembangkannya.

Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Ini adalah keunggulan orang Taiwan, kita tidak takut tantangan, tidak takut bersaing bahkan menyambut persaingan, hasil dari bersaing, kita akan semakin kuat, ini adalah tradisi ratusan tahun Taiwan, tradisi ini selain harus disetarikan juga harus dikembangkan.”

Perkembangan industri layanan jasa Taiwan ke Daratan Tiongkok selama 1 dekade ini, lanjut Ma, dengan keunggulan kesamaan budaya dan suku mengalami pertumbuhan yang pesat, oleh karena itu perdagangan komoditi antar selat sangat penting, namun layanan jasa semakin juga semakin penting, didukung lagi Daratan Tiongkok memusatkan industri layanan jasa dalam Rencana Pembangunan 5 Tahun yang ke-12, kesempatan ini perlu digunakan sebaik-baiknya oleh Taiwan.

Sampai saat ini Perjanjian Perdagangan Jasa masih “tersangkut” di Yuan Legislatif, kata Ma. Bagi Taiwan ini adalah hal yang sangat disayangkan, karena ini adalah kesempatan bagi Taiwan, bila digunakan dengan sebaik-baiknya, maka akan menghasilkan industri berkelas internasional.

Komentar

Terbarumore