(Taiwan, ROC) – Gubenur Bank Sentral Republik Tiongkok Peng Huai-nan (彭淮南) Rabu ini (24) menghadiri sidang interplasi di gedung Yuan Legislatif. Hal ini berkaitan dengan hasil rapat dewan besok (25) yang akan membahas arah kebijakan finansial dan antisipasi pasar properti Taiwan.
Gubenur menuturkan, kebijakan ekonomi negara-negara besar dunia berbeda-beda, Amerika dan Inggris menempuh cara pengetatan bertahap. Jepang, Daratan Tiongkok dan Eropa mengarah kepada pelonggaran, namun Taiwan dipengaruhi oleh Amerika, karena bunga obligasi 10 tahun Taiwan sejalan dengan obligasi 10 tahun AS.
Ia juga menuturkan, berdasarkan pengamatan Bank Sentral, diprediksi Komite Federal Pasar Terbuka (FOMC) di akhir bulan Oktober Amerika akan berhenti membeli obligasi dan bulan Juni hingga Juli tahun depan AS akan menaikan suku bunganya.
Ia menyampaikan : Kenaikan suku bunga Taiwan, adalah melihat seluruh aspek yaitu melihat kecenderungan harga barang domestik serta perkembangan situasi finansial dalam dan luar negeri.
Peng menuturkan, Harga Barang (CPI) bulan Agustus naik 2,07%, ini sangat unik, fenomena jangka pendek, diperkirkaan CPI bulan September akan merosot.
Ketika ditanya apakah akan mengeluarkan kebijakan berkaitan pengendalian harga properti, ia menjawab, sampai dengan Agustus volume transaksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu turun 11%, dibandingkan bulan Juli indikator rumah jadi mengalami penurunan, didukung kebijakan sistem Gedung dan Tanah satu pajak, kelihatannya pengendalian harga properti mulai menunjukan hasilnya.