History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pemda New Taipei City Sediakan Layanan Bahasa Korea di Tempat Wisata

  • 23 September, 2014
  • Editor
Pemda New Taipei City Sediakan Layanan Bahasa Korea di Tempat Wisata
Wisata ke kota New Taipei

(Taiwan, ROC) Kepala Departemen Kebudayaan Pemerintah New Taipei City, Lin Kuan-yuh(林寬裕), pada hari ini (23) mengatakan, guna memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada para wisatawan asal Korea, maka setiap museum akan ditambah dengan pelayanan dalam bahasa Korea, sehingga akan menambah kenyamanan berwisata bagi para pelancong asal Korea.

 

Walikota New Taipei City, Eric Chu dalam rapat pemda pada hari Selasa menyebutkan bahwa perkembangan industri pariwisata di Taiwan tumbuh dengan pesat, hal ini juga telah merubah struktur pariwisata yang ada di Taiwan. Pada tahun 2013, terdapat lebih dari 8 juta wisatawan dari luar negeri, khususnya yang berasal dari Daratan Tiongkok, kemudian diikuti dengan wisatawan asal Korea, Jepang, Hongkong dan selanjutnya adalah negara-negara dari kawasan Asia Tenggara.

 

Setiap tahunnya, tempat wisata yang berada di kawasan New Taipei City, mengalami pertumbuhan sebesar 10%, khususnya di kawasan Tamsui, Jioufen dan Yehliu. Eric Chu mengatakan bahwa sudah seharusnya berpikir dari sudut pandang kebutuhan setiap wisatawan yang datang. Misalnya pelayanan dalam bahasa Korea bagi para pelancong asal Korea yang tengah berkunjung ke museum-museum yang ada. Hal ini dirasakan sangat penting artinya, dan Eric Chu juga memastikan bahwa Departemen Kebudayaan pasti akan berupaya keras memberikan pelayanan yang terbaik.

 

Dalam beberapa kurun waktu terakhir ini, jumlah wisatawan asal Korea mengalami pertumbuhan yang pesat, terlebih-lebih jika melihat para wisatawan jenis perorangan yang datang berkunjung ke tempat wisata Fort Santo Domingo dan benteng Huwei Fort yang kedua-duanya berada di kawasan Tamsui. Bahkan ada turis yang sempat menanyakan lokasi tempat syuting musik video penyanyi Jay Chow yang juga berada di kawasan yang sama. Untuk itu, instansi terkait juga akan mempertimbangkan penambahan fasilitas pelayanan dalam bahasa Korea untuk stasiun bis, restoran yang berada di kawasan Tamsui.

 

Petugas Tamsui Historic Museum atau TSHS menjelaskan bahwa jumlah wisatawan asal Korea kini telah melampaui jumlah wisatawan Jepang, sehingga memang dirasakan perlu untuk menambahkan fasilitas pelayanan penerjemah dalam bahasa Korea untuk museum yang ada.

Komentar

Terbarumore