Saat menghadiri kegiatan perayaan 100 tahun Sekolah Dasar Nankang Taipei, Walikota Hao Loong-bin pada hari Sabtu tanggal 22 Maret, saat menyambut pertanyaan dari para wartawan seputar masalah aksi demonstrasi yang hingga kini masih terus berlangsung di gedung Yuan Legislatif, mengatakan bahwa Presiden Ma Ying-jeou dan Perdana Menteri Jiang Yu-hwa dalam percakapan lewat telepon malam sebelumnya, sepakat untuk tidak menggunakan aksi pengusiran secara paksa terhadap para demonstran yang hingga saat ini masih menguasai ruang rapat dan gedung Yuan Legislatif.
Sehubungan dengan masalah apakah aksi protes terhadap perjanjian kerjasama dagang dan jasa, yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan cara menyerbu dan menguasai gedung Yuan Legislatif, akan diberikan ijin lokasi, serta perlu tidaknya untuk melakukan pengusiran secara paksa, Walikota Hao berpendapat bahwa sesuai dengan apa yang ia ketahui, aksi protes tersebut tidak diprakarsai oleh organisasi masyarakat apapun. Pemerintah kota Taipei juga menghormati hak menyatakan pendapat yang dimiliki oleh masyarakat dan juga mahasiswa. Pengadilan tinggi juga telah memberikan penjelasan perihal aksi tersebut dan hubungannya dengan undang-undang demonstrasi yang ada. Pemerintah kota Taipei juga menghormati penjelasan yang dikeluarkan oleh pengadilan.
Selain itu, Walikota Hao juga telah melakukan kontak telepon dengan Presiden Ma dan juga Perdana Menteri Jiang. Hao dalam teleponnya juga telah memberikan penjelasan kepada pemerintah pusat, dan memberikan saran untuk tidak menggunakan cara pengusiran paksa terhadap para mahasiswa. Hal ini juga telah mendapatkan ijin dari pemerintah pusat. Hao sendiri juga berjanji tidak akan menggunakan aparat kepolisian untuk melakukan pengusiran.
Berkenaan dengan masalah aksi demo yang dilakukan oleh para mahasiswa, ketua Yuan Legislatif, Wang Jing-phin berpendapat bahwa semua aksi protes disulut oleh perdebatan antara anggota legislatif dari partai yang berkuasa dan oposisi. Berkenaan dengan rapat Yuan Legislatif sendiri juga akan dilakukan penundaan waktu pelaksanaan. Hao Loong-bin berpendapat bahwa semua pihak tentu memiliki otak yang jernih dan bisa bersikap bijaksana, ia juga menghormati apa yang diutarakan oleh Wang Jing-phin.
Selain itu, mengenai masalah keinginan dari para demonstran untuk melakukan aksi duduk diam mengelilingi semua kantor cabang partai KMT yang berada di setiap wilayah, Hao Loong-bin mengatakan sebaiknya pihak partai dan juga tokoh politik tidak ikut campur dalam permasalahan ini, serta meminta para mahasiswa dapat menyampaikan pandangan mereka secara damai dan bijaksana. Hao sendiri juga menyatakan dukungan perihal keterbukaan dalam menjalankan penilaian terhadap perjanjian kerjasama dagang dan jasa antara Taiwan dan Daratan Tiongkok. Terakhir, Hao berharap semua peraturan yang akan diberlakukan, hendaknya dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Yuan Legislatif.