Komisi Penasehat Finansial (FSC) akan dengan ketat mengawasi pengaliran kapital dari Taiwan ke Daratan Tiongkok melalui program “Koneksi Saham Shanghai-Hong Kong” yang akan mulai berlaku Oktober nanti; dan untuk mencegah resiko dari pengaliran kapital terlalu besar, FSC untuk sementara tidak akan mengizinkan investor individu dengan kapital terbatas untuk menginvestasi di Bursa Saham Shanghai melalui program tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh ketua FSC Tseng Ming-chung (曾銘宗) ketika menghadiri sidang interpelasi di Komisi Keuangan Yuan Legislatif pada hari Senin, merespon kekhawatiran yang diajukan oleh sejumlah legislator perihal dampak dari mulai berlakunya program “Koneksi Saham Shanghai-Hong Kong” terhadap Taiwan.
Untuk diketahui, sehubungan dengan program baru yang diadopsi Bursa Saham Hong Kong ini, FSC telah mengumumkan izin bagi investor profesional dengan aset melampaui NTD30 juta untuk membeli saham Kategori A di Bursa Saham Shanghai melalui Bursa Saham Hong Kong.
Tseng mengatakan, “Program ‘Koneksi Saham Shanghai-Hong Kong mungkin hanya akan mulai berlaku pada akhir Oktober. Kami akan dengan ketat mengawasi pengaliran kapital melalui Hong Kong untuk menginvestasi saham Kategori A di Shanghai. Harus ditegaskan juga, pasar kapital di Taiwan lebih unggul dalam bidang transaksi dan laporan yang transparen, maka proporsi modal banding keuntungan lebih rasional dan fondasinya juga lebih kuat.”
Sementara itu, berbicara tentang internasionalisasi pasar, Tseng Ming-chung mengutarakan, Taiwan sekarang juga sedang dengan aktif membicarakan program koneksi saham serupa dengan sejumlah negara lain, termasuk Singapura, Jepang dan Inggris.