(Taiwan, ROC)- Kasus minyak sampah yang semakin meluas, kementerian kesehatan dan kesejahteraan menjadi target kritikan dai masyarakat, semua kalangan mengharapkan adanya tanggungjawab, menteri kesehatan dan kesejahteraan Chiu Wen-ta juga menjadi sasaran. Perdana menteri Jiang Yi-huah pada hari ini(16) saat interpelasi saat merespon pertanyaan dari anggota kaukus DPP, Lin Tai-hua, Ia menjawab, setelah insiden kasus minyak babi terjadi, yang pertama harus dituntaskan hingga sekecil-kecilnya, agar masyarakat dapat pulih kembali dengan kehidupan yang tenang, setelah itu, pihak yang terkait akan diadili secara hukum, baru membahas dan menyelesaikan tanggung jawab administrasi pemerintah.
PM Jiang menekankan, beberapa hari yang lalu selama 3 hari berturut-turut membuka 3 rapat bersama dengan segala instansi mendiskusikan hal ini, pada beso tanggal 17 akan membuka rapat khusus, akan membahas aturan klarifikasi, mekanisme dan masalah pelaksanaannya, diharapkan pada tanggal 17 atau 18 bisa menyelesaikan pembahasan terkait, serta memberikan penjelasan kepada umum, setelah itu akan dilanjutkan dengan pembahasan siapa yang semestinya bertanggungjawab terhadap kasus ini.
PM Jiang mengatakan: “saya berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam satu minggu ini, hari rabu atau hari kamis dapat diselesaikan. Masalah administrasi pemerintah, masalah tanggung jawab akan ditangani setelah pembahasan mekanisme terkait telah didiskusikan pada tahap tertentu kemudaian ditangani sekaligus.
Menteri kesehatan dan kesejahteraan, Chiu Wen-ta pada hari ini juga hadir dalam sidang legislatif, ia menegaskan berpihak pada penuntasan terhadap kejahatan, ia mengatakan: mulai hari ini, semua rak penjualan tidak boleh menaruh produk mengandung minyak babi yang tidak memenuhi persyaratan, jika melanggar akan dikenakan sanksi berat.
Insiden minyak sampah kembali merusak nama baik Taiwan yang dikenal sebagai kerajaan masakan Taiwan, menteri perekonomian Du Tzi-jun mengatakan, sebagian besar industri makanan lebih berorientasi pada pasar dalam negeri, jumlah produk makanan yang beredar di luar negeri relatif kecil, sementara ini pada perhitungan kotor kerugian yang dialami untuk industri makanan 1%, sekitar 5 milyar dolar Taiwan, namun kerugian akibat nama buruk bagi perusahaan masih belum dapat diprediksikan, untuk UKM yang mendapat masalah dapat mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah.