Administrasi Pelestarian Lingkungan (EPA) Yuan Eksekutif Taiwan hari Senin memulai pemeriksaan skala besar terhadap pedagang kaki lima, penjual makanan kecil dan restoran di pasar malam di berbagai pelosok Taiwan, untuk melancarkan keefektipan dalam mengontrol pembuangan serta daur-ulang minyak makan dan mencegah kembalinya sampah minyak ini ke dalam rantai produksi pangan.
Pejabat EPA melaporkan, rata-rata ada 30.000 ton minyak sampah yang tidak diketahui cara penanganannya setiap tahun, dan minyak sampah inilah yang dipergunakan untuk diproduksi kembali menjadi minyak makan yang sekarang menimbulkan masalah keamanan pangan di Taiwan.
Untuk menguatkan pengontrolan dalam bidang ini, EPA pekan lalu memutuskan mendaftarkan minyak sampah rumah tangga dan non-industri sebagai “barang yang harus didaur-ulang,” dan meminta pemerintah daerah untuk bekerja sama dalam pemberantasan pembuangan minyak sampah.
Pejabat EPA Liu Rui-xiang mengatakan, “Kami hanya punya satu target, yaitu berharap bisa mengontrol pembuangan minyak sampah melalui saluran sepantasnya. Yang dimaksud dengan saluran sepantasnya ada dua, yang pertama dibuang oleh instansi resmi yang menangani pembuangan sampah, yang kedua dibuang oleh perusahaan daur-ulang lain. Asalkan minyak sampah ini dibuang kepada instansi resmi, kami akan bisa mengontrol pengalirannya dan mencegahnya masuk kembali ke rantai produksi pangan.”
Menghadapi pemeriksaan skala besar dari EPA, mayoritas instansi manajemen pasar malam di Taiwan telah menyatakan dukungan penuh. Kepala Asosiasi Manajemen Pasar Malam Ningxia di Kota Taipei Lin Ding-guo mengemukakan, insiden minyak bermasalah telah merugikan pihak konsumen dan juga pihak pedagang di pasar malam, maka kebijakan pemeriksaan EPA sepenuhnya didukung agar kedua pihak tidak lagi menjadi korban tanpa diketahui.