(Taiwan, ROC) – Ketua umum partai DPP, Tsai Ying-wen pada hari Sabtu tanggal 13 September menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk sebuah sistim komunikasi yang baru dengan pihak Daratan Tiongkok dengan berbasis kepada sikap yang tegas, jelas dan stabil, agar tercipta hubungan yang realistis dan damai di antara kedua belah pihak.
Badan Kesatuan Masyarakat Formosa untuk Kemerdekaan atau World United Formosans for Independence, yang disingkat dengan WUFI, pada hari Sabtu tanggal 13 September saat mengadakan kegiatan seminar yang bertajuk “Kembalinya Amerika ke Kawasan Asia dan Keamanan Kawasan Asia Pasifik Internasional”, turut mengundang ketua umum partai DPP, Tsai Ying-wen, serta mantan kepala kantor perwakilan Amerika di Taipei, William A. Stanton.
Tsai Ying-wen dalam pidatonya yang mengambil tema “Perubahan Kawasan Asia Pasifik dan Keberadaan Taiwan serta Masa Depan” menyebutkan, selain menjalin hubungan kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan pihak Daratan Tiongkok, juga tidak boleh melupakan untuk mengikutsertakan hubungan kerjasama kawasan, termasuk di antaranya perjanjian kerjasama ekonomi lintas Pasifik atau TPP dan juga hubungan kerjasama ekonomi global atau RCEP. Hanya dengan kestabilan hubungan kerjasama yang beragam sajalah, yang dapat menyelamatkan perekonomian Taiwan untuk dapat terus berdikari, dan memastikan bahwa sistim demokrasi yang ada di Taiwan tidak akan mengalami perubahan ataupun dipengaruhi oleh pihak luar, sehingga dapat tercipta kemandirian dalam berpolitik.
Tsai juga mengatakan bahwa dalam keseluruhan hubungan dengan pihak Daratan Tiongkok, pihak partai DPP rela untuk menghadapi stigma hubungan buruk yang ada selama ini dengan pihak Daratan Tiongkok. Untuk dapat meluruhkan hubungan yang buruk dengan pihak Daratan Tiongkok, maka partai DPP akan dengan tegas, jelas dan langkah yang stabil, berusaha keras untuk membangun sebuah sistim komunikasi yang baru dengan pihak Daratan Tiongkok, guna tercipta pembangunan hubungan yang damai dan realistis antar selat Taiwan.