Siswa pelajar yang merasa tidak puas dengan perjanjian perdagangan jasa lintas selat bersama masyarakat menduduki gedung yuan legislatif, hal ini menyebabkan prosedur yuan mengalami kelumpuhan selama beberapa hari ini, presiden Ma Ying-jeou semula menjadwalkan pada hari ini (21) pagi hari yang mengundang wapres Wu Dun-yih, perdana menteri Jiang Yi-huah, ketua yuan legislatif Wang Jin-pyng untuk melaksanakan pembahasan antar instansi, namun pada pagi hari ketua yuan legislatif Wang Jin-pyng menghubungi presiden Ma melalui telepon mengatakan, hal ini ditimbulkan oleh permasalahan antar partai berkuasa dan oposisi, maka yuan legislative akan meminta partai untuk bermusyawarah menyelesaikan masalah ini, presiden Ma sependapat dengan Wang Jin-pyng, sehingga untuk pertemuan pembahasan pagi hari ini ditunda.
Juru bicara kantor kepresidenan Lee Chia-fei mengutip: presiden Ma sangat mengharapkan agar parlemen yang dapat berjalan seperti sediakala, tetap mempertahankan tatanan konstitusional, agar diakhiri persengketaan dengan cara damai; pemerintah menghargai otonomi parlemen, juga sepenuhnya mendukung cara penanganan dari Wang Jin-pyng, tetap menjaga dengan baik keamanan dan ketertiban nasional.
Presiden Ma mengatakan, Republik Tiongkok adalah negara demokrasi, negara hukum, perjanjian perdagangan jasa lintas selat masih dalam tahap peninjauan parlemen, untuk prosedur masih belum selesai berjalan, dunia luar terdengar suara positif terhadap perjanjian perdagangan jasa lintas selat, juga ada suara meragukan, semua semestinya berada dalam rapat parlemen, secara rasional, demokratis kembali dengan prosedur semula untuk mendapatkan kesepakatan.