Kelompok anti perjanjian perdagangan jasa lintas selat menguasai gedung yuan legislatif mendapat sorotan umum, ketua umum dari asosiasi pengusaha Taiwan niaga dunia (WTCC), Yang Hsin(楊信) mengatakan, sudah semestinya untuk perjanjian perdagangan jasa lintas selat diloloskan, namun masyarakat masih belum paham dengan perjanjian ini, pemerintah dapat menggunakan cara sederhana untuk dijelaskan kepada umum, agar situasi tidak semakin memburuk.
Pertemuan WTCC ke-20 akan melangsungkan pembahasan antar direksi dan pengawas ke-2 pada tanggal 22 Maret mendatang, pertemuan yang akan diselenggarakan di Los Angeles, dalam pembahasan tersebut juga akan mengangkat topik mengenai permintaan kepada pihak Amerika untuk menyetujui Taiwan bergabung dengan pakta kemitraan trans-pasifik(TPP).
Kelompok anti perjanjian perdagangan jasa lintas selat menguasai gedung yuan legislatif, tidak hanya mendapat perhatian dari masyarakat umum, bahkan perantauan Tionghua juga ikut memberikan perhatian pada masalah ini.
Yang Hsin mengatakan, untuk perkembangan perjanjian perdagangan jasa lintas selat ini berjalan dengan buruk, terutama untuk isu-isu relevan, di masa mendatang keinginan bergabung dengan TPP juga akan menghadapi hal ini, semua pihak seharusnya dapat membahas dengan musyawarah.
Yang Hsin mengatakan, saat ini Ia berada di Amerika, terhadap hal sebenarnya tidak diketahui dengan jelas, namun jika diwajibkan untuk diloloskan pasti ada aksi protes, yang terbaik adalah dapat dibicarakan dengan baik untuk mendapatkan solusi, semua pihak dapat berpikiran tenang, dengan demikian nama baik Taiwan juga tidak tercemar.
Pertemuan kali ini untuk para pengawas juga akan mengusulkan permintaan pihak Amerika yang menyetujui Taiwan bergabung dengan pakta TPP, Yang Hsin mengatakan, perjanjian perdagangan jasa lintas selat dan TPP akan menghadapi kondisi yang sama, hal ini terhadap perekonomian Taiwan sebaiknya perjanjian perdagangan jasa lintas selat diloloskan, namun masyarakat umum yang tidak jelas dengan perjanjian perdagangan jasa ini, pemerintah seharusnya menggunakan cara sederhana untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, agar di masa mendatang saat akan bergabung dengan TPP tidak akan terulang kejadian yang sama.