(Taiwan, ROC) – Negosiasi Perjanjian Perdagangan Komoditi Antar Selat digelar hari ini (10), Juru Bicara delegasi Taiwan Direktur Jenderal Biro Perdagangan Internasional, Kementerian Ekonomi Jenni Yang (楊珍妮) saat mengadiri serah terima jabatan Kepala Dewan Perkembangan Perdagangan Luar Negeri (TAITRA) pagi ini tidak bersedia menjelaskan detil isi nengosiasi kali ini tapi membenarkan bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung hari ini.
Ia menyampaikan : Betul, dimulai sore ini, sehingga saya akan serius menjalankan tugas ini dan terima kasih atas perhatian anda. Saya rasa menanganinya sama seperti menyelesaikan urusan setingkat luar negeri, kami juga akan melakukannya sesuai dengan cara yang umum, tidak secara khusus. Saya rasa setiap negosiasi memang sulit dan ini adalah kerjasama tim, saya berterima kasih kepada anggota tim, mereka sangat tekun.
Dirjen Yang menyampaikan, laporkan kepada publik akan disampaikan setelah rapat 3 hari ini selesai.
Menteri Ekonomi Tu Tze-chun (杜紫軍) saat menerima wawancara menyampaikan, negosiasi ini berkaitan dengan industri mesin perkakas, panel, mobil dan petrokimia namun untuk detilnya total ada 6 hingga 7 ribu butir tidak hanya terbatas hanya 4 industri ini saja. Selain itu, Perjajian Perdagangan Komoditi hingga negosiasi selesai memerlukan waktu yang panjang, oleh karena itu diharapkan, pembicaraan kali ini hanya membahas soal tekhnis dan penurunan tariff pajak.
Menko mengatakan : Tapi kami berharap hari ini kami menyampaikan kepada mereka mengenai perdagangan komoditi sebetulnya agar bisa sampai ke hasil negosiasi membutuhkan waktu yang panjang, jadi kami berharap kedua belah pihak bisa membahas hal yang berkaitan tekhnis terlebih dahulu, menurunkan tariff pajak, tata caranya serta persyaratan terkait, dengan demikian waktu berada di pihak kita. Setelah beberapa waktu kemudian, setelah Yuan Legislatif mengambil langkah mundur untuk menyelesaikan RUU pengawasan perdagangan jasa antar selat, maka baru bisa membicarakan perdagangan komoditi.
Karena terlalu banyak hal yang harus dibicarakan, lanjutnya, maka akan dibagi menjadi 5 topik besar, yaitu menurunkan tariff pajak, untuk 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, alasan khusus dan lain-lan. Untuk industri pertanian, Menko akan berusaha untuk tetap tidak membuka pintu impor produk tersebut sama seperti yang sebelumnya telah diberlakukan.