(Taiwan, ROC) - Manusia lanjut usia(manula) hidup sendiri sangatlah tidak mudah bagi mereka untuk mendapatkan rumah sewaan, berdasarkan data statistic lebih dari 99% para pemilik rumah sewaan tidak bersedia menyewakan rumah mereka kepada manula yang hidup sendirian karena rasa takut, pemilik murah menaikkan harga sewa rumah sehingga manula tidak mampu menanggung biaya sewa atau hanya dapat menyewa rumah yang terletak di bawah tanah, garasi mobil atau tempat yang tidak memadai. Oleh karena itu, lembaga masyarakat menekankan agar pasar sewa rumah tidak boleh mendiskriminasikan usia, instansi ini mengusulkan kepada pemerintah agar memperhatikan kehidupan manula, meningkatkan perlindungan kepada kaum lemah, memberikan mereka keadilan.
Pendataan dari komunitas pelayanan dan tempat tinggal, yayasan TSUEI MA MA melaporkan, dalam pasar sewa rumah hanya 9% pemilik rumah bersedia menyewakan rumahnya kepada manula, masyarakat kaum ekonomi lemah, penyandang cacat atau keluarga orangtua tunggal, diantaranya mereka yang dapat menerima manula atau penderita sakit jiwa hanya terdapat 5%, sementara manula yang hidup sendiri berhasil mendapat rumah sewaan hanya mencapai 0,01%, sebagian besar manula hanya dapat menyewa rumah yang terletak lantai bawah tanah, garasi mobil ataupun tempat yang tidak layak.
Kakek Sun berusia 78 tahun mengatakan, pada saat dia mencari rumah sewaan, setiap pemilik rumah menerima teleponnya langsung menolak untuk disewakan, ia merasa sangat sulit untuk mendapatkan rumah sewaan, kakek Sun menghimbau agar pemerintah ikut mempedulikan kehidupan manula. Ia mengatakan: saat menelepon, mendengar suara saya sama sekali tidak menjawab, atau memutuskan teleponnya. Dalam kehidupan ini masih terdapat banyak kasih, khususnya pemerintah yang harus memperhatikan masalah manula, jika kehidupan manula bermasalah maka kehidupan sosial tidak ada keharmonisan.
Wu Yu-chin(吳玉琴) selaku sekjen dari federasi kesejahteraan bagi manula Taiwan juga meragukan perumahan yang dikelola pemerintah daerah kota Taipei dan New Taipei City membatasi usia penghuninya yakni kelompok usia 20-45 tahun, hal ini menunjukkan adanya penolakan terhadap manula, semestinya pemerintah tidak boleh mendiskriminasikan kelompok manula.
Anggota kaukus DPP Chen Chieh-ju(陳節如)bersama dengan federasi kesejahteraan manula meminta kepada pemerintah agar menambah 5% perumahan yang dikelola pemerintah, serta membatalkan aturan batas usia, memberikan jaminan bagi kelompok kaum lemah dengan persentase semula 10% ditingkatkan menjadi 30%. Mereka juga mengharapkan agar pemerintah dapat memberikan bonus pengurangan biaya pajak, menambah persentase rumah sewaan bagi kaum manula, serta memberikan santuan kepada manula dengan demikian para manula bisa mendapatkan hak untuk tempat tinggal yang adil.