History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Buku Taiwan Travelogue Raih Penghargaan Sastra Terjemahan Asia Society

  • 17 June, 2025
  • 曾秀情
Buku Taiwan Travelogue Raih Penghargaan Sastra Terjemahan Asia Society
Buku Taiwan Travelogue Raih Penghargaan Sastra Terjemahan Asia Society (Foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Asia Society mengelar penyerahan penghargaan Baifang Schell Book Prize untuk perdana di markas besarnya di New York pada tanggal 16 Juni. Buku “Taiwan Travelogue” karya dari Yang Shuang–zi (楊双子) dan diterjemahkan oleh Lin King (金翎) meraih “Penghargaan Sastra Terjemahan”, untuk itu Lin King sebagai penerjemah dalam buku ini khusus ke New York untuk menerima penghargaan.

Baifang Schell Book Prize adalah China Books Review yang didirikan oleh Orville Schell untuk mengenang kisah mendiang istrinya Liu Bai-fang, penghargaan ini terbagi atas 2 kategori, yaitu kategori “non-sastra” dan “penerjemaan sastra”, masing-masing menyediakan hadiah US$10.000,-.

Tim juri memberikan pujian pada buku “Taiwan Travelogue” yang dengan cerdik mengabungkan ide-ide sastra dalam tulisan makanan yang kaya dan lembut, disajikan melalui pemaparan pengalaman yang berlapis, menantang persepsi pembaca terkait persahabatan dan cinta.

Pada kategori non sastra, laporan wartawan senior Edward Wong dari New York Times dengan karyanya “At the Edge of Empire: A Family’s Reckoning with China”.

Yang Shuang-zi karena menghadiri pameran buku internasional di Seoul Korea sehingga tidak dapat menghadiri penghargaan yang berlangsung di New York Amerika Serikat, tetapi melalui video ia menyampaikan, berharap selanjutnya dapat menuliskan buku yang membahas rezim kolonial dan bagaimana orang-orang Taiwan menghadapi rezim kolonial baru setelah rezim itu pergi, pilihan-pilihan yang mereka buat, dan perjalanan mental yang mereka lalui, ia ingin menulis buku ini dengan cara yang lebih hidup dan santai.

Ia mengatakan, “Sangat berharap setelah para pembaca yang membaca buku Taiwan Travelogue dapat tergerak hatinya untuk datang ke Taiwan.”

Sementara Lin King yang menerjemahkan buku Taiwan Travelogue ini mengemukakan bahwa buku ini benar-benar luar biasan, dengan tema yang berat terkait kenyataan dalam menghadapi diskriminasi kerajaan, kolonial, gender, dan ras, tetapi Yang Shuang-zi memadukan dengan makanan, keromantisan dan bahasa humor dalam penyampaian cerita, sehingga bersamaan dengan itu para pembaca dapat masuk ke dalam cerita juga mengingatkan kita bahwa sejarah berasal dari kehidupan sehari-hari kita, dan kehidupan sehari-hari kita sangat jarang hanya dari satu pihak saja, ada pahit getir tetapi juga ada manisnya dalam kehidupan di zaman colonial atau perang, manisnya mungkin malah membuat terasa semakin getir.

Komentar

Terbarumore