History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Jepang Bagikan Ekspor Beras Taiwan, Warganet Jepang: “Enak Sekali”

  • 13 June, 2025
  • 陳柏萇
Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Jepang Bagikan Ekspor Beras Taiwan, Warganet Jepang: “Enak Sekali”
Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Jepang Bagikan Ekspor Beras Taiwan, Warganet Jepang: “Enak Sekali”

(Taiwan, ROC) -- Jepang saat ini tengah menghadapi kelangkaan beras dan lonjakan harga, sementara beras Taiwan yang memiliki tekstur mirip dengan beras Jepang diperkirakan akan menembus angka ekspor lebih dari 10.000 ton ke Jepang tahun ini. Akun resmi Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Jepang lewat jejaring X berbagi kabar tentang beras Taiwan bermerek “Yuan Lu / 緣路” yang dikirim ke Jepang. Unggahan tersebut mendapat respons antusias dari warganet, yang ramai-ramai berkomentar “namanya bagus sekali”, dan “beras Taiwan sangat enak”, dengan lebih dari 2.300 komentar yang masuk.

Di tengah kelangkaan beras dan kenaikan harga di Jepang, kondisi tersebut sontak menjadi peluang bagi Taiwan untuk memperluas ekspor beras ke Jepang. Menteri Pertanian Chen Junne-jih (陳駿季) baru-baru ini menunjukkan bahwa sedari Januari hingga Mei, Taiwan telah mengekspor sebanyak 7.759 ton beras ke Jepang, 6 kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, serta hampir dua kali lipat dari total ekspor sepanjang tahun lalu. Volume ekspor beras Taiwan ke Jepang pada tahun ini diperkirakan akan melampaui 10 ton.

Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Jepang lewat jejaring X memperkenalkan beras Taiwan bermerek “Yuan Lu” yang dikirim dari Kota Tainan. Unggahan tersebut disertai foto karung-karung beras putih yang ditumpuk rapi, serta promosi bahwa beras Taiwan ini “hampir sama lezatnya dengan beras Jepang.” Mereka juga menambahkan pesan hangat, yakni “Semoga bisa menjalin ikatan dengan semua orang di Jepang. Mohon bimbingannya.”

Unggahan ini pun ramai dibicarakan oleh warganet. Hingga Kamis (12/6) siang, postingan tersebut telah dibagikan lebih dari 16.000 kali dan mendapat lebih dari 2.300 komentar. Beberapa warganet menuliskan, “Nama Yuan Lu ini bagus sekali,” dan “Setelah baca beritanya, jadi ingin mencoba beras Taiwan! Bisa beli di mana, ya?” Ada pula yang berkomentar, “Setiap kali Jepang mengalami peristiwa besar, Taiwan selalu cepat memberikan bantuan. Benar-benar sangat berterima kasih.”

Seorang warganet turut membagikan foto merek beras Taiwan lainnya dan menulis, “Sekarang saya memang sedang makan beras Taiwan. Kalau nanti melihat merek kalian ini di toko, saya pasti akan beli untuk mencobanya.”

Banyak pula warganet Jepang yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap teknologi Taiwan, dan mengatakan “mengingat risiko mikotoksin dari jamur beracun pada biji-bijian, rasanya enggan mengonsumsi bahan pokok yang dikirim dalam ruang kapal yang lembap. Apakah teknologi pengeringan dari luar negeri bisa dipercaya? Hal tersebut banyak membuat orang khawatir. Tapi kalau dari Taiwan, pasti aman! Jadi sangat ingin mencobanya!” Ada juga yang menulis, “Entah kenapa, biasanya saya menghindari produk impor. Tapi kalau tahu itu dari Taiwan, rasanya jadi yakin dan tidak masalah.”

Banyak warganet yang sudah pernah mencoba beras Taiwan juga saling berbagi tips memasak nasi menggunakan rice cooker. Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang memilih beras Taiwan, sejumlah media Jepang turut memberikan panduan mengenai takaran air. Berbeda dengan beras Jepang, beras Taiwan perlu ditambahkan lebih banyak air, yakni sekitar 1,2 gelas air untuk setiap 1 gelas beras, agar dapat menghasilkan tekstur pulen dan lengket yang disukai masyarakat Jepang.

Media NHK melaporkan bahwa pemerintah Jepang setiap tahunnya dapat mengimpor 770.000 ton beras dari luar negeri tanpa bea masuk melalui skema yang disebut “Akses Minimum / MA”. Dari jumlah tersebut, hingga 100.000 ton dapat dijual melalui mekanisme lelang terbuka. Untuk meredam kenaikan harga beras yang terus berlanjut, Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang memutuskan untuk memajukan jadwal lelang beras impor dari bulan September ke bulan Juni. Saat ini, penyesuaian akhir tengah dilakukan, dan lelang perdana diperkirakan akan mencakup sebanyak 30.000 ton beras.

Komentar

Terbarumore