(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengucapkan terima kasih kepada Kongres Amerika Serikat atas dukungan tegasnya terhadap Taiwan, menegaskan bahwa Taiwan akan mempercepat langkah reformasi pertahanan nasional untuk memberikan prioritas pada penyusunan anggaran khusus dan membuat anggaran pertahanan nasional mencapai lebih dari 3% produk domestik bruto (PDB).
Presiden Lai juga berharap kerja sama keamanan Taiwan-AS dapat beralih dari pengadaan militer ke produksi serta penelitian dan pengembangan bersama, dan memperdalam pertukaran industri pertahanan dan kerja sama kemitraan.
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut saat bertemu dengan delegasi anggota kongres Partai Demokrat yang dipimpin oleh Ami Bera, wakil ketua "Kaukus Kongres Taiwan" DPR AS, di Kantor Kepresidenan pada hari Senin.
Lai mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, dukungan bipartisan yang kuat dari Kongres AS telah menjadi kekuatan utama bagi kemajuan hubungan Taiwan-AS yang stabil. Lai ingin mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR AS yang telah secara aktif berbicara untuk Taiwan di Kongres, mengusulkan sejumlah inisiatif pro-Taiwan, memperkuat hubungan Taiwan-AS, memperluas ruang internasional Taiwan, dan terus memerhatikan perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan.
Menurut Lai, pada saat bertekad kuat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik, pemerintah dan sektor swasta telah bekerja sama untuk secara aktif meningkatkan ketahanan pertahanan seluruh masyarakat dan mempercepat promosi reformasi pertahanan nasional.
Lai juga berharap agar Taiwan dan AS dapat terus memperdalam kerja sama keamanan. Presiden Lai mengatakan, "Pemerintah juga akan memberikan prioritas untuk menyusun anggaran khusus agar anggaran pertahanan dapat mencapai lebih dari 3% PDB tahun ini. Saya juga berharap kerja sama keamanan Taiwan-AS dapat beralih dari pengadaan militer ke produksi bersama dan penelitian serta pengembangan bersama, agar kemitraan tersebut akan terus memperdalam pertukaran dan kerja sama dalam industri pertahanan."
Sementara itu, Bera mengatakan dalam pidatonya bahwa kunjungannya ke Taiwan merupakan momen penting bagi hubungan Taiwan-AS dan hubungan antarnegara di seluruh dunia. Melihat konflik di Eropa dan Timur Tengah, ia meyakini bahwa kubu demokrasi harus bersatu untuk melindungi kebebasan dan perdamaian di Asia.
Bera juga menyampaikan kepada Presiden Lai bahwa keduanya sama-sama adalah dokter maka ada koneksi khusus. Sebagai dokter, tegasnya, visi bersama mereka adalah berharap agar setiap orang dapat memiliki pembangunan yang damai dan sejahtera.