(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengundang para ketua partai oposisi untuk menghadiri “paparan situasi keamanan nasional” pada Rabu (18/6) mendatang. Ketua Partai Kuomintang, Eric Chu (朱立倫) pada hari ini (13/6) menyatakan bahwa semua isu terkait keamanan nasional adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan oposisi. Dirinya menekankan pentingnya dialog dua arah untuk menyelesaikan masalah, dan bahwa prinsip utama dalam pertemuan ini adalah “membuka pintu dan berjalan di jalan yang benar.” Chu berharap semua pihak dapat berdialog bersama, bukan sekadar menerima pengarahan satu arah atau ceramah dari presiden.
Dalam pidato memperingati satu tahun pelantikannya pada 20 Mei lalu, Presiden Lai Ching-te (賴清德) menginstruksikan tim keamanan nasional untuk merencanakan penyampaian paparan situasi keamanan nasional kepada para ketua partai oposisi. Partai Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan (TPP) pada Kamis (12/6) menerima telepon dari Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan, Pan Men-an (潘孟安) yang mengundang para ketua partai oposisi untuk bertemu pada Rabu (18/6) mendatang guna bersama-sama membahas urusan kenegaraan.
Ketua KMT Eric Chu dalam sebuah wawancara saat menghadiri “Upacara Peringatan 1145 tahun Pencapaian Spiritual Fuyou Dijun” di Kuil Zhinan pada hari ini (13/6), menyatakan bahwa semua isu terkait keamanan nasional adalah tanggung jawab bersama antara pihak pemerintah dan oposisi. Ia menegaskan bahwa KMT berharap dialog antar pihak bisa menjadi sarana penyelesaian masalah. “Membuka pintu dan berjalan di jalan yang benar” adalah prinsip terpenting dalam hal ini, demi menunjukkan ketulusan mereka dalam bekerja bersama demi kepentingan negara.
Ketika ditanya apakah akan menghadiri paparan situasi keamanan nasional, Ketua KMT Eric Chu menjawab bahwa pada prinsipnya ia berharap semua pihak bisa berdialog bersama. Soal detailnya, akan dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal KMT Huang Jian-ting (黃健庭) dengan Pan Men-an (潘孟安) dari Kantor Kepresidenan. Chu menekankan bahwa selama itu demi kebaikan negara, meski waktunya singkat, semua pihak seharusnya memberikan usaha yang terbaik. Dirinya menambahkan bahwa tidak perlu ada prasangka maupun agenda politik terselubung, semua ini semata-mata demi kebaikan Taiwan dan Republik Tiongkok.
Terkait pengumuman Eric Chu mengenai dimulainya “Aksi Patriotik” untuk menggerakkan seluruh partai menolak pemakzulan, serta ajakannya kepada Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu (韓國瑜) dan mantan Ketua Radio BCC Jaw Shaw-kong (趙少康) untuk ikut turun ke lapangan memberikan ceramah, muncul kabar bahwa keduanya belum menerima undangan secara langsung. Menanggapi hal ini, Chu mengatakan bahwa tim juru kampanye pusat akan segera memulai undangan kepada para tokoh senior partai untuk membantu para legislator. Ia juga telah menjalin komunikasi dengan para kepala daerah dari partai, terutama empat wali kota di kota-kota besar. Dirinya sudah bertemu Wali Kota Taoyuan Chang San-cheng (張善政), serta menghubungi Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安), Wali Kota New Taipei Hou Yu-ih (侯友宜), dan Wali Kota Taichung Lu Shiow-yen (盧秀燕), serta pertemuan dengan mereka dikabarkan akan segera berlangsung. Chu berharap seluruh partai dapat bersatu dan bergerak bersama untuk melindungi demokrasi Taiwan dan menolak pemakzulan yang dianggap tidak adil.
Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安), yang juga turut hadir dalam Upacara Peringatan 1145 tahun Pencapaian Spiritual Fuyou Dijun menyampaikan bahwa ia akan melakukan kunjungan resmi ke Paris, Prancis pada Kamis (19/6). Dirinya berencana bertemu dengan Ketua KMT Eric Chu sebelum keberangkatannya, dan menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut mereka akan membahas berbagai topik penting.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Progresif Demokrat (DPP), Rosalia Wu (吳思瑤) dalam sebuah wawancara pada hari ini (13/6) menyatakan bahwa Presiden Lai telah menunjukkan itikad baik dan mengulurkan “ranting zaitun” sebagai simbol perdamaian. Ia berharap partai-partai oposisi dapat mengedepankan kepentingan negara dan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun partai, serta menerima undangan tersebut dengan sikap positif dan terbuka dalam menghadapi isu-isu keamanan nasional Taiwan.