(Taiwan, ROC) -- Dalam rangka mengurangi pemakaian rokok elektronik (vape) bagi generasi muda, Perdana Menteri Cho Jung-tai kemarin (12/6) saat memberikan laporan dalam sidang Komite Pengawasan Pencegahan Narkotika Yuan Eksekutif, Beliau menyampaikan segera ditindaklanjuti dengan perubahan Undang-undang Pengendalian Bahaya Tembakau, dan ditambahkan menjadi produk yang disita dan dimusnahkan. Berdasarkan sumber informasi yang ada, revisi undang-undang yang relevan telah disampaikan kepada Yuan Eksekutif, saat ini sedang diproses dan selanjutnya akan ditinjau dalam rapat pembahasan lintas Kementerian yang dipimpin oleh Menteri Non-Portofolio, Chen Chih-chung (陳時中).
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan pada bulan Maret memberitahu amandemen Undang-Undang Pengendalian Tembakau, 2 poin utama yang difokuskan pada, pelanggaran rokok ilegal dan rokok yang dipanaskan (atau Heated Tobacco Products, HTP) yang belum diizinkan untuk disita dan dimusnahkan, serta ditambahkan dengan platform pengawasan online akan diperkuat.
Dikarenakan berbagai kalangan memiliki pandangan yang berbeda terkait rokok elektronik dan HTP, maka Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menunda masa pemberitahuan, selama periode ini mendapat hampir 500 saran masukan. Berkaitan dengan peraturan penyitaan, dan pemusnahan, ada organisasi masyarakat yang mengusulkan agar cakupannya dipertegas dan dicantumkan dalam produk yang disita dan dimusnahkan.
Untuk bagian pengawasan online, amandemen tersebut akan menambahkan, apabila pelaku usaha e-commerce internasional sudah mendapat pemberitahuan dari otoritas yang berwajib, dalam kurun waktu 24 jam tidak menghapus informasi yang terkait dengan pelanggaran, maka dapat dikenakan sanksi NT$ 400.000 – NT$ 2 juta, dan dimintai untuk melakukan perbaikan dalam waktu yang sudah ditentukan. Bagi yang belum melakukan perbaikan, masih akan dikenakan sanksi lagi sesuai peraturan yang berlaku.
PM Cho Jung-tai kemarin (12/6) mengatakan, keterlibatan remaja dalam narkoba jenis baru semakin serius, ditambah lagi produk rokok elektronik menjadi perangkat utama narkotika jenis baru, maka Kementerian Pendidikan (MOE), MOHW semakin menyoroti tren pemakaian rokok elektornik di kalangan remaja, beranggapan wajib mengeluarkan kebijakan yang efektif untuk mengurangi paparan rokok elektronik pada kalangan generasi muda. PM Cho Jung-tai mengatakan, di masa mendatang akan memperlaju peninjauan amandemen dan perubahan kausalnya, berharap sidang pembacaan ke-3 dapat segera dilaksanakan untuk memperkuat alat penegak hukum.
Amandemen pencegahan bahaya rokok telah disampaikan kepada Yuan Eksekutif, sementara ini tengah diproses dalam Yuan Eksekutif, dan selanjutnya ditinjau lebih lanjut dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Chen Shih-chung. Menurut sumber informasi yang ada, proses peninjauan ini akan segera ditindaklanjuti.