(Taiwan, ROC) Boneka Labubu yang dipasarkan Pop Mart sangat terkenal di seluruh dunia, pabrik-pabrik Tiongkok memproduksi barang tiruan dan menjualnya dengan harga murah. Baru-baru ini, platform media sosial melaporkan bahwa di pasar Yiwu, Zhejiang, Tiongkok melakukan inspeksi, semua barang palsu Labubu ditarik dari rak penjualan dalam waktu satu malam, tindakan ini menarik perhatian. Otoritas setempat menyebut pihaknya tengah menindak tegas produk bajakan dan meminta warga ikut mendukung dan memberikan informasi.
Seorang pedagang di Kota Perdagangan Internasional Yiwu mengaku, di dalam tokonya ada sejumlah kecil boneka Labubu tiruan premium yang tersisa, tetapi barang ini tidak akan diproduksi lagi, “karena pemeriksaan sangat ketat”.
Seorang staf inspeksi pasar Yiwu mengatakan, produksi dan penjualan Labubu harus mendapatkan otorisasi yang asli, dan selalu bersikap tegas untuk menindak pembajakan, mengimbau warga untuk memberikan informasi yang relevan terkait produk bajakan.
Pop Mart memilih Dongguan, Guangdong, Tiongkok sebagai lokasi produksi utama Labubu. Di tempat ini terdapat 4.000 perusahaan mainan dan 1.500 perusahaan pendukung yang menyediakan sekitar 70% kapasitas produksi Pop Mart.
Selain itu, beberapa bank di Tiongkok meluncurkan program menabung dapat hadiah boneka Labubu blind box, akan tetapi otoritas setempat mengatakan, pihak bank tidak diperkenankan memberikan hadiah kepada nasabahnya dan telah mengeluarkan surat pemberitahuan meminta pihak bank menghentikan program ini.
Baru-baru ini, beredar di media sosial Tiongkok bahwa Ping An Bank telah meluncurkan program menabung RMB 50.000 (setara dengan NT$ 200.000) bisa mendapat hadiah Labubu blind box.
Ping An Bank mengatakan bahwa beberapa cabang bank saat ini sedang meluncurkan program pembukaan rekening baru, mendapat hadiah boneka Labubu. Program ini hanya ada di beberapa cabang Ping An Bank di cabang di Xi'an, Beijing, Shenzhen, Shijiazhuang, dan Wuhan.
Namun, dilaporkan bahwa otoritas setempat baru-baru ini mengeluarkan pemberitahuan yang menegaskan bahwa lembaga perbankan di bawah yurisdiksi mereka tidak diperkenankan memberikan hadiah dengan tujuan menarik nasabah bank.