(Taiwan, ROC) --- Mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) akan memimpin anggota Akademi Da Jiu mengunjungi Tiongkok dari 14 Juni hingga 27 Juni. Di samping itu, Ma Ying-jeou juga akan menghadiri Forum Selat Taiwan ke-17 dan acara Promosi Bersama Budaya Tiongkok Lintas Selat, serta akan mengunjungi Jalur Sutra kuno.
Direktur Eksekutif Yayasan Ma Ying-jeou, Hsiao Hsu-tsen (蕭旭岑), menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk bertemu dengan Xi Jin-ping (習近平), dan rencana perjalanan telah dilaporkan kepada Ketua KMT Eric Chu (朱立倫).
Pada Rabu hari ini (11/6), Yayasan Ma Ying-jeou mengumumkan bahwa atas undangan pihak Tiongkok, mantan Presiden Ma Ying-jeou akan memimpin siswa dari Akademi Da Jiu dari Yayasan Ma Ying-jeou mengunjungi Tiongkok semenjak 14 Juni hingga 27 Juni, untuk menghadiri Forum Selat Taiwan ke-17 di Xiamen, Fujian, dan acara Promosi Bersama Budaya Tiongkok Lintas Selat di Dunhuang, Gansu.
Dalam perjalanan ini, Ma Ying-jeou juga akan membawa para siswa mengunjungi Koridor Hexi untuk menyaksikan Jalur Sutra kuno.
Dalam wawancara hari ini, Hsiao Hsu-tsen, menyatakan bahwa meskipun hubungan lintas selat tegang, tetapi pertukaran keduanya tidak boleh terhenti, dan Ma Ying-jeou memimpin dengan memberikan contoh membawa mahasiswa mengunjungi Tiongkok.
Hsiao Hsu-tsen menambahkan bahwa Presiden Lai Ching-te (賴清德) juga menyatakan bahwa pertukaran lintas selat harus menggantikan konfrontasi, dan dia tidak mengerti mengapa Komisi Urusan Daratan Tiongkok (MAC) masih memperingatkan tentang kewaspadaan terhadap niat front persatuan dan mengapa harus menghalangi warga Taiwan untuk melakukan pertukaran dengan Tiongkok.
Mengenai rumor bahwa Ma Ying-jeou mungkin akan bertemu dengan Xi Jin-ping dalam kunjungan ini, Hsiao Hsu-tsen menyatakan bahwa semua berita tersebut adalah palsu. Keduanya sudah bertemu tahun lalu, dan tidak ada rencana untuk Pertemuan Ketiga Ma-Xi.
Hsiao Hsu-tsen mengatakan, "Semua berita beberapa hari ini adalah palsu, beberapa hanya cerita rekaan. Ma Ying-jeou dan Xi Jin-ping sudah bertemu tahun lalu, apakah perlu kita mengatur pertemuan ketiga? Lagipula tidak ada pengaturan kegiatan terkait. Selain itu, berbagai spekulasi dan komentar semuanya salah, kami hanya melakukan pertukaran lintas selat murni. Forum Selat Taiwan telah diadakan selama 16 tahun terakhir, dan DPP yang telah berkuasa hampir 10 tahun juga tidak pernah melarangnya. Saya juga tidak mengerti mengapa tahun ini menjadi sangat serius, tapi seperti yang baru saja saya katakan, jika Guan Zhang makan malam di Shanghai saja bisa ditonton 1,5 juta orang, ini menunjukkan bahwa rakyat Taiwan masih menginginkan pertukaran lintas selat."
Hsiao Hsu-tsen menambahkan bahwa Ma Ying-jeou kali ini mengunjungi Tiongkok sebagai mantan Presiden Republik Tiongkok, dan kantor Yayasan Ma Ying-jeou telah melaporkan rencana perjalanan ini kepada Ketua KMT Eric Chu minggu lalu. Direktur Urusan Daratan Tiongkok dari partai KMT, Lin Chu-chia (林祖嘉), juga akan berpartisipasi.
Pada saat kampanye pemakzulan sedang berlangsung, apakah kunjungan Ma Ying-jeou ke Tiongkok saat ini akan memberi tekanan pada KMT? Hsiao Hsu-tsen menyatakan bahwa opini publik utama mendukung pertukaran lintas selat, KMT seharusnya tidak merasa tertekan, pertukaran justru memberikan nilai tambah, dan KMT tidak seharusnya terjebak dalam perangkap yang dipasang DPP.
Tidak ada walikota atau bupati dari kubu biru yang menghadiri Forum Selat Taiwan kali ini, bahkan yang awalnya sudah mendaftar pun membatalkan kehadirannya. Mengenai hal ini, Hsiao Hsu-tsen mengatakan bahwa dia bisa memahami tekanan yang dihadapi para pemimpin daerah dari kubu biru karena dana bantuan daerah berada di tangan pemerintah pusat, tetapi Ma Ying-jeou yang tidak lagi memegang jabatan partai atau publik, bersedia menjadi jembatan lintas selat.