(Taiwan, ROC) --- Pada Selasa kemarin (10/6), Yuan Legislatif telah menyelesaikan pembacaan ketiga amandemen UU Tunjangan Militer. Undang-undang ini terkait dengan rencana kenaikan gaji militer yang telah menarik perhatian dari berbagai kalangan.
Menteri Pertahanan Nasional, Wellington Koo (顧立雄) menyatakan bahwa tunjangan militer perlu disesuaikan seiring perkembangan zaman, tetapi kenaikan gaji melibatkan pengeluaran fiskal yang besar, sehingga perlu untuk evaluasi sumber dana dengan hati-hati, guna memastikan keseimbangan fiskal.
Mempertimbangkan kebutuhan militer dalam menghadapi bentuk tren peperangan baru, Fraksi KMT (Kuomintang) mengusulkan untuk menambah jenis dan jumlah tunjangan. Yuan Legislatif mengesahkan dalam pembacaan ketiga, tunjangan untuk tentara sukarela akan menerima NT$30.000 per bulan untuk mereka yang bergabung dengan militer di masa depan. Selain itu, gaji bulanan untuk personel wajib militer aktif tidak boleh lebih rendah dari upah minimum.
Menteri Pertahanan Wellington Koo yang menghadiri rapat komite menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan Nasional (MND) telah sesuai instruksi Presiden, yakni menyesuaikan sistem cuti untuk tentara sukarela dan unit tempur sejak 1 April 2025. Dan sejak 1 Juni juga telah meningkatkan tunjangan untuk personel perang siber, politik elektronik dan unit operasi tempur. Semua rencana tersebut telah dilaksanakan sesuai jadwal.
Selain itu, ketika media menanyakan apakah akan ada gelombang kedua rencana kenaikan gaji militer, Wellington Koo merespons bahwa hal tersebut masih dalam tahap pembahasan di Yuan Eksekutif dan belum ada keputusan final.
Wellington Ko menyatakan bahwa ketika Yuan Legislatif mendorong rencana kenaikan gaji militer yang melibatkan penambahan anggaran besar, seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak Yuan Eksekutif, mengevaluasi sumber dana, dan menghindari mengorbankan anggaran pertahanan dan investasi militer yang ada.
Wellington Koo mengatakan, "Karena peningkatan (anggaran) yang signifikan seperti ini mungkin akan mengorbankan biaya operasional dan investasi militer lainnya yang ada saat ini, maka kami berharap dapat mematuhi ketentuan UU Disiplin Fiskal dan UU Anggaran, dapat menjelaskan sumber dana ini, dan bagaimana menghindari mengorbankan biaya operasional dan anggaran militer lain yang kami anggap sangat penting, sambil tetap memperhatikan keseimbangan kebijakan nasional secara keseluruhan."
Mengenai aktivitas dua kapal induk Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok di wilayah Pasifik Barat baru-baru ini, menunjukkan bahwa MND memiliki pemahaman penuh tentang dinamika terkait. Dia menganggap ini sebagai demonstrasi berkelanjutan niat ekspansionis Tiongkok, dengan armada kapal induk menembus rantai pulau pertama dan memasuki rantai pulau kedua, mengirimkan sinyal politik tertentu.
Wellington Koo juga menyebutkan, dalam hal kerja sama drone Taiwan dengan AS, Taiwan berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas drone mandiri, membangun rantai pasokan non-merah, dan berharap dapat lebih jauh memasuki pasar internasional, memperkuat pertahanan mandiri dan pengembangan rantai industri.
Mengenai simulasi perang yang akan diadakan oleh sektor swasta, Wellington Koo menyatakan bahwa MND bersikap terbuka terhadap keterlibatan sektor swasta dalam isu pertahanan, dan merasa terhormat untuk mempertimbangkan analisis dan saran dari berbagai pihak.
Militer juga terus melakukan penyesuaian berkelanjutan terhadap simulasi perang dan verifikasi pasukan nyata berdasarkan ancaman musuh, guna memperkuat kemampuan pertahanan secara keseluruhan.