History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

COVID-19 Kembali, Dokter: Risiko Gejala Berat dan Kematian Meningkat pada Penderita Obesitas

  • 10 June, 2025
  • 曾秀情
COVID-19 Kembali, Dokter: Risiko Gejala Berat dan Kematian Meningkat pada Penderita Obesitas
Ilustrasi obesitas

(Taiwan, ROC) -- Wabah COVID-19 kembali merebak di Taiwan, dan gelombang kali ini diperkirakan akan melampaui puncak pandemi musim panas pada tahun lalu. Mantan dokter IGD yang kini menjadi spesialis penurunan berat badan, Dr. Chen Wei-long (陳威龍) pada hari ini (10/6) menyebutkan bahwa penelitian menunjukkan individu dengan indeks massa tubuh (BMI) berlebih atau obesitas memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena gejala berat atau meninggal dunia akibat COVID-19. Risiko kematian mereka bahkan 30% lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan normal. Namun, jika berhasil menurunkan berat badan, maka risiko gejala berat dapat turun hingga setara dengan orang pada umumnya.

Kecamuk COVID-19 di dalam negeri belakangan ini melonjak dengan cepat, dan jumlah kasus positif pun meningkat drastis. Ditjen Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan memperkirakan puncak wabah akan terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli. Dr. Chen Wei-long (陳威龍) dalam sebuah wawancara pada hari ini (10/6) menyatakan bahwa selain menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti rajin mencuci tangan dan memakai masker, mengontrol berat badan juga merupakan kunci pencegahan yang dapat diupayakan secara aktif oleh masyarakat.

Chen Wei-long (陳威龍) menunjukkan, orang dengan BMI berlebih atau obesistas cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh dan berada dalam kondisi peradangan kronis tingkat rendah, yang dapat merusak fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, penderita obesitas juga mengalami hambatan pernapasan yang lebih besar, sehingga fungsi sistem pernapasan lebih mudah terganggu. Oleh karena itu, risiko mengalami gejala berat setelah terinfeksi COVID-19 menjadi lebih tinggi. Penelitian luar negeri menunjukkan bahwa risiko kematian akibat infeksi COVID-19 pada penderita obesitas 34% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal.

Chen menegaskan bahwa obesitas bukanlah label berisiko tinggi yang tidak dapat diubah. Penelitian luar negeri menyebut bahwa orang yang sebelumnya mengalami obesitas tetapi berhasil menurunkan berat badan, memiliki risiko yang setara dengan orang pada umumnya dalam hal mengalami gejala berat atau kematian akibat infeksi COVID-19. Oleh karena itu, selama berat badan dapat dikendalikan dengan baik, kemampuan pertahanan tubuh juga berpeluang untuk pulih, sekaligus menurunkan risiko terkena sindrom metabolik serta penyakit tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Chen mengingatkan bahwa bagi kelompok usia paruh baya yang sehari-harinya sibuk bekerja, memiliki pola hidup tidak teratur, serta kebiasaan makan yang tidak stabil, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk meninjau kembali kondisi kesehatan dan menyesuaikan gaya hidup. Jika dalam jangka panjang mengalami masalah seperti berat badan berlebih, lingkar pinggang yang melebihi batas, kadar lemak darah abnormal, atau gula darah yang cenderung tinggi, sebaiknya mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter profesional guna menjalani pemeriksaan fisik dan penyesuaian nutrisi.

Komentar

Terbarumore