History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ekosistem Terancam! Pekerja Migran Guncang Pohon untuk Tangkap Kumbang: Mau Digoreng untuk Disantap!

  • 10 June, 2025
  • 尤繼富
Ekosistem Terancam! Pekerja Migran Guncang Pohon untuk Tangkap Kumbang: Mau Digoreng untuk Disantap!
Ekosistem Terancam! Pekerja Migran Guncang Pohon untuk Tangkap Kumbang: Mau Digoreng untuk Disantap! 圖/環境資訊中心

(Taiwan, ROC) --- Di area ekologi alami dekat Sungai Maoluo, Kecamatan Fenyuan, Kabupaten Changhua, saat ini sedang memasuki musim berkembang biak bagi hewan kumbang badak Jepang.

Ada sekitar 30 pohon Fraxinus griffithii yang dihuni ribuan kumbang badak Jepang, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Namun, baru-baru ini warga menemukan beberapa pekerja migran menggunakan tongkat kayu untuk memukul dan mengguncang batang pohon untuk menangkap kumbang-kumbang tersebut.

Bahkan salah satu dari mereka mengatakan ingin menggorengnya untuk dimakan dengan bir. Dalam waktu singkat, dari ribuan kumbang yang ada, kini hanya tersisa puluhan ekor, menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem.

Dalam beberapa tahun terakhir, pohon Fraxinus griffithii telah ditanam di berbagai tempat seperti sepanjang Sungai Dongluoxi, Pegunungan Bagua serta sekolah-sekolah.

Setiap tahun dari Mei hingga Juli, kumbang badak Jepang dapat ditemukan di lokasi-lokasi ini, yang juga dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak sekolah dasar untuk mengamati siklus hidup mereka dari dekat.

▲彰化芬園鄉貓羅溪沿岸獨角仙遭到捕捉,面臨浩劫。(圖/生態攝影師米諾斯提供)

Dalam waktu singkat, dari ribuan kumbang yang ada, kini hanya tersisa puluhan ekor, menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem. 圖/生態攝影師米諾斯

Salah seorang fotografer alam Taiwan, Mi Nuo-si (米諾斯) menyampaikan bahwa pada Sabtu kemarin (7/6), dirinya menyaksikan langsung 4 pekerja migran yang tengah menangkap kumbang badak Jepang. Bahkan ada yang mengguncang pohon untuk menjatuhkan kumbang, dan ada yang menggunakan ember untuk menampung kumbang yang ditangkap.

Dia langsung menghentikan dan memperingatkan mereka, tetapi para pekerja migran berteriak bahwa mereka tidak tahu kalau menangkap ini illegal. Bahkan ada yang terang-terangan mengatakan akan membawanya pulang untuk dijual atau digoreng, membuatnya merasa sangat terkejut dan tidak berdaya.

Kepala Seksi Kehutanan dan Perlindungan Satwa Liar Dinas Pertanian Kabupaten Changhua, Su Chi-huai (蘇啟懷) menjelaskan bahwa kumbang badak bukan termasuk spesies yang dilindungi.

Jika terjadi di area ekologi publik, sulit untuk memberikan denda berdasarkan undang-undang yang berlaku, dan hanya bisa memberikan himbauan moral.

▲彰化芬園鄉貓羅溪沿岸獨角仙遭到捕捉,面臨浩劫。(圖/生態攝影師米諾斯提供)

Aksi menangkap kumbang badak Jepang disinyalir bisa merusak ekosistem alam. 圖: /生態攝影師米諾斯

Dia mengimbau masyarakat untuk gunakan mata, jangan gunakan tangan, hindari membeli atau menangkap kumbang badak demi menjaga keseimbangan ekologi.

Selain insiden pekerja migran, baru-baru ini di Gang Daling, Kecamatan Huatan juga terjadi kasus orang tua membawa anak-anak menangkap kumbang badak Jepang yang jatuh menggunakan payung.

Tahun lalu juga pernah terjadi kasus kumbang badak diikat dan dipermainkan hingga mati, yang memicu kemarahan publik. Para aktivis lingkungan khawatir, jika penangkapan liar terus berlanjut, maka jumlah kumbang badak Jepang akan menurun drastis dan telah mempengaruhi rantai ekologi setempat.

Komentar

Terbarumore